Hari Kartini, Bank DBS Indonesia Dukung Kesetaraan Gender

Hari Kartini, Bank DBS Indonesia Dukung Kesetaraan Gender Kredit Foto: Bank DBS Indonesia

Bertepatan dengan Hari Kartini, Bank DBS Indonesia mengumumkan telah menandatangani CEO Statement untuk Women Empowerment Principles (WEPs) yang didukung oleh program WeEmpowerAsia dari United Nations (UN) Women dan UN Global Compact pada Hari Perempuan Sedunia beberapa waktu lalu.

Dengan menandatangani WEPs, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk mendukung kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan di tempat kerja, tempat usaha, dan komunitas dengan mengimplementasi beberapa hal berikut:

Baca Juga: Bank DBS - Manulife Hadirkan Tiga Investasi Baru

1. Membentuk kepemimpinan perusahaan untuk kesetaraan gender;

2. Memperlakukan semua karyawan perempuan dan laki-laki secara adil tanpa diskriminasi;

3. Memastikan kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan karyawan perempuan dan laki-laki;

4. Mengutamakan edukasi, pelatihan, dan pengembangan profesional untuk perempuan;

5. Mengimplementasikan pengembangan usaha, supply chain, dan praktik pemasaran untuk memberdayakan perempuan;

6. Mempromosikan kesetaraan melalui inisiatif komunitas dan advokasi;

7. Mengukur dan melaporkan secara terbuka tentang kemajuan yang terjadi untuk mencapai kesetaraan gender.

Presiden Direktur, PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna, mengatakan bahwa Bank DBS Indonesia percaya kesempatan yang setara (equal opportunities) merupakan fondasi yang tepat untuk dicapai karena memiliki dampak baik bagi bisnis. Memiliki lingkungan kerja yang terdiri dari karyawan yang beragam (diverse) dan setara (equal workplace), tegas Paulus, memungkinkan Bank DBS Indonesia memiliki ide-ide baru yang beragam, penuh inovasi, dan menghindari pemikiran monoton (groupthink).

"Kami menghargai keragaman dari usia, ras, hingga gender. Sebanyak 46% dari posisi manajerial adalah perempuan dan 45% dari senior leader kami adalah perempuan. Oleh karena itu, kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari WEPs. Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan atas kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Bank DBS Indonesia," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Sementara itu, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN, Jamshed M. Kazi, mengucapkan selamat kepada Bank DBS Indonesia yang memulai langkah awal untuk mendorong pemberdayaan perempuan dengan menandatangani CEO Statement untuk Women Empowerment Principles. Jamshed menyebut, sektor swasta adalah mitra penting untuk menutup kesenjangan gender di dunia kerja dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Kami berharap langkah ini akan menjadi inspirasi bagi lebih banyak perusahaan mengintegrasikan kesetaraan gender ke dalam praktik dan budaya bisnis sehingga tempat kerja menjadi lebih inklusif, setara, dan non-diskriminatif," jelas Jamshed M. Kazi.

Diresmikan oleh UN Women dan UN Global Compact, Women Empowerment Principles (WEPs) dibuat atas standar ketenagakerjaan internasional dan hak asasi manusia dan memiliki kepercayaan bahwa bisnis memiliki peran penting dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kesetaraan gender berkontribusi signifikan untuk memajukan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Bank DBS Indonesia memiliki kebijakan yang aktif untuk mendukung kesempatan yang setara dalam hal kemajuan karir. Di tahun 2020, 60% karyawan yang mendapatkan promosi ke jenjang yang lebih tinggi adalah perempuan, termasuk budaya waktu bekerja yang fleksibel, memberikan berbagai macam parental leave yang di dalamnya juga meliputi paternity leave, ruang laktasi di setiap lantai, hingga asuransi kesehatan serta tunjangan keluarga lainnya.

Selama masa pandemi, karyawan Bank DBS Indonesia juga dianjurkan untuk bekerja dari rumah (work from home) dengan disediakannya sarana-sarana penunjang kebutuhan karyawan agar dapat bekerja secara nyaman dan efektif. Cara bekerja baru ini disusun oleh tim internal Future of Work, Workforce, Workplace (F3W) lintas fungsi regional dengan beberapa prakarsa meliputi infrastruktur yang dibutuhkan, pola kerja hybrid, pengaturan jam kerja yang fleksibel, membentuk squad, yaitu tim-tim yang berasal dari departemen berbeda dalam mencari inovasi baru untuk nasabah, membekali karyawan dengan pelatihan keterampilan, dan merancang ulang area kerja di kantor untuk meningkatkan kesejahteraan (employee wellbeing) dan kesehatan mental karyawan (mental wellness).

"Kami mendorong para pemimpin bisnis untuk bergabung bersama Bank DBS Indonesia dan menggunakan prinsip-prinsip tersebut sebagai panduan yang dapat dilakukan di tempat kerja, tempat usaha, dan komunitas untuk kesetaraan kesempatan sehingga dapat memberi manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat luas," tambah Paulus Sutisna.

Lebih dari itu, melalui DBS Foundation, Bank DBS Indonesia juga berdedikasi dalam mendukung wirausaha sosial termasuk yang berfokus dalam memberdayakan perempuan. Hal ini juga merupakan upaya Bank DBS Indonesia dalam mendukung UN mewujudkan Agenda 2030 untuk Sustainability Development.

Oleh karena itu, Bank DBS Indonesia konsisten dalam memberikan edukasi akan pentingnya kontribusi masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang berkelanjutan. Menyadari perannya sebagai lembaga keuangan yang menjalankan bisnis yang berkelanjutan bagi generasi masa depan dan lingkungan hidup, Bank DBS Indonesia juga secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang berdampak sosial, serta bekerja sama dengan komunitas dan wirausaha sosial melalui DBS Foundation.

Salah satunya adalah dengan menginisiasi gerakan #MakanTanpaSisa dalam kampanye "Towards Zero Food Waste" guna mengedukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi limbah dan mengelola sampah makanan. Melalui upaya tersebut, Bank DBS Indonesia berharap dapat menciptakan dunia yang lebih baik.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini