Sowan ke AHY, Ucapan Presiden PKS Keras: RI Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan!

Sowan ke AHY, Ucapan Presiden PKS Keras: RI Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis sore (22/4). Rombongan Syaikhu tiba di DPP Demokrat pukul 16.00 WIB. Mereka disambut langsung AHY bersama para pengurus DPP Demokrat.

Usai pertemuan, Syaikhu mengungkapkan, kunjungan ini dalam rangka silaturahmi dengan semua elemen anak bangsa. Syaikhu sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru PKS masa bakti 2020-2025 serta mengenalkan lambang PKS yang sudah diremajakan dengan penambahan warna oranye.

Syaikhu menyebut, PKS dan Partai Demokrat memiliki banyak momen kebersamaan selama pemerintahan SBY pada 2004-2014. Termasuk pada perhelatan Pilkada 2020. "Harapan kami, kebersamaan ini tentunya akan terus dijalin dalam berbagai momentum politik ke depan," ujar mantan calon Wakil Gubernur Jawa Barat di Pilkada 2018 ini.

Baca Juga: Terima Kunjungan Presiden PKS, Ketum Demokrat AHY Soroti Tantangan Demokrasi Indonesia

Syaikhu menambahkan, amat penting bagi partai politik menjaga nilai dan etika demokrasi yang sehat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Partai politik adalah salah satu pilar utama demokrasi yang harus dijaga dan dibangun dengan sikap negarawan, menghargai perbedaan, menghormati dan menaati norma hukum serta budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi etika kepantasan dan kepatutan publik.

"Kita juga mendorong penguatan agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Penegakan hukum harus berpihak kepada nilai-nilai kebenaran dan rasa keadilan rakyat," tegas Syaikhu.

Dalam pertemuan itu, Syaikhu juga menegaskan PKS menolak segala bentuk aksi kekerasan seperti terorisme, anarkisme, dan separatisme yang mengancam keamanan dan pertahanan NKRI. Serta tindakan penodaan agama yang dapat merusak kerukunan antar umat beragama dan memecah belah bangsa.

"Kami juga menolak segala upaya stigmatisasi terorisme dan radikalisme terhadap Islam dan umat islam. Islam dan seluruh agama di dunia adalah ajaran yang menyerukan rasa persaudaraan dan perdamaian," katanya.

Sebelumnya, PKS menggelar rangkaian Silaturahim Kebangsaan dengan berbagai elemen. PKS mendengar banyak masukan dari pegiat Pemilu dengan bertandang ke Perludem, penegakan HAM dengan bertandang ke KontraS, penguatan nilai antikorupsi dengan menerima delegasi KPK, dan pertemuan dengan DPP PPP.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini