Orang-orang Turki di Amerika Teriak: Biden Hanya Bisa Lemparkan Gas dalam Api

Orang-orang Turki di Amerika Teriak: Biden Hanya Bisa Lemparkan Gas dalam Api Kredit Foto: Getty Image/AFP

Komunitas Turki di Washington, Amerika Serikat (AS) melakukan aksi demonstrasi menolak pengakuan atas genosida Armenia. Presiden AS, Joe Biden kemarin mengumumkan bahwa kejadian yang terjadi tahun 1915 adalah genosida.

Massa berkerumun di dekat Kedutaan Besar Turki di Washington, membawa spanduk yang bertuliskan "Biarkan Sejarah Memutuskan," dan "Rekonsiliasi, Bukan Tuduhan Genosida".

Baca Juga: Apa yang Bikin Joe Biden Keluarkan Kata-kata Ini ke Hadapan Turki?

Ketua bersama Komite Pengarah Nasional Turki-Amerika (TASC), Gunay Evinch mengatakan Biden melemparkan gas ke dalam api, alih-alih menyatukan orang dalam rekonsiliasi. 

"Dia telah memilih narasi komunitas Armenia, dia memilih untuk berpihak pada komunitas Armenia dengan mengorbankan komunitas Turki-Amerika dan semua komunitas warisan harus diperlakukan sama dan adil," kata Evinch, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (26/4/2021).

Seorang warga Turki di AS, Gizem Salcigil White menolak pengumuman Biden dan mengatakan presiden AS mengakui apa yang disebut genosida tanpa memiliki proses pemeriksaan sejarah dan hukum bersama.

"Pernyataannya yang didorong oleh politik dan tidak berdasar tidak bisa dan tidak akan mengubah peristiwa sejarah yang terjadi lebih dari 100 tahun lalu," katanya. Baca juga: Resmi, Biden Akui Genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman

"Sebagai komunitas, kami akan berdiri teguh melawan kepentingan politik pemerintahan Biden, dan kami akan terus memberikan kontribusi perdamaian dunia, menekankan pentingnya toleransi, dan bekerja menuju rekonsiliasi dua negara," tukas White.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini