Tahun 2021: 2.000 Ton IVO dari Petani Sawit Muba Siap Olah Jadi Bensa

Tahun 2021: 2.000 Ton IVO dari Petani Sawit Muba Siap Olah Jadi Bensa Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan catatan lengkap pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat. Luas kebun kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin adalah 443.471,62 hektare yang terdiri dari perusahaan perkebunan 302.279 hektare dan perkebunan sawit rakyat 141.192 hektare. Produksi tandan buah segar (TBS) perusahaan sebanyak 6,95 juta ton dan 1,52 juta ton CPO, sementara perkebunan rakyat mampu memproduksi 2,54 juta ton TBS dan 559,12 ton CPO.

Kepala Bappeda Musi Banyuasin, Iskandar Sariyanto, menyatakan bahwa saat ini, Muba merupakan kabupaten dengan pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terluas, yakni 15.435 hektare dan sudah menghasilkan. Sepanjang tahun 2021 ini, Musi Banyuasin menargetkan pelaksanaan program PSR mencapai 5.000 hektare dan hingga tahun 2024 ditargetkan mencapai 52.000 hektare.

Baca Juga: Industri Sawit Dibangun dalam Prioritas Keseimbangan 3 Aspek

"PSR di Muba dilakukan oleh koperasi petani sendiri dengan bimbingan PPKS, Balai Penelitian Sembawa, akademisi UNSRI. Kebun hasil peremajaan petani ini berstandar ISPO dan RSPO. Saat ini, harga TBS di tingkat petani Rp2.000–Rp2.300/kg," ujar Iskandar.

Kabupaten Musi Banyuasin menjadi pilot project pembangunan pabrik Industrial Vegetable Oil (IVO) dari hasil perkebunan sawit rakyat. Dari perkebunan sawit rakyat tersebut diperkirakan produksi IVO sebanyak 603.076 ton. Uji coba pabrik IVO sudah dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Berkat Sawit Sukamaju dan sudah mampu memproduksi 20 ton IVO yang dikirim ke Kudus (PT Pura Barutama) dan ITB untuk uji coba bensin sawit (bensa).

Saat ini, tengah dipersiapkan produksi 2.000 ton IVO yang akan dikirim ke kilang Plaju untuk diolah menjadi bensin sawit. Kabupaten Musi Banyuasin ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan processing sebesar 20 persen di Kilang Plaju, PT Pertamina.

PKS IVO merupakan perusahaan patungan antara BUMD, perusahaan swasta (PT Pura Barutama), dan KUD. Saat ini, terdapat 24 KUD/KPKS/KUB yang terlibat dalam PSR dan hingga tahun 2024 ditargetkan sebanyak 50 KUD akan terlibat. KUD ini tergabung dalam Koperasi Sekunder yang membentuk perusahaan PT Total Usaha Mandiri yang akan memegang saham 20 persen dari PKS IVO, sedang BUMD 10 persen, dan swasta 70 persen. 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini