Jika Gojek-Tokopedia Jadi Merger, Maka Apa Untungnya? Ini Dia . . . .

Jika Gojek-Tokopedia Jadi Merger, Maka Apa Untungnya? Ini Dia . . . . Kredit Foto: Gojek

Kabar merger Gojek dan Tokopedia meramaikan pemberitaan beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, ada laporan yang menyebut kalau Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo akan memimpin entitas gabungan Gojek-Tokopedia, GoTo.

Jika benar-benar lahir, GoTo akan memberi keuntungan bagi Gojek ataupun Tokopedia. Tokopedia bakal mendapat akses ke GoSend alias layanan logistik Gojek, sedangkan Gojek terhubung denganĀ e-commerce Tokopedia.

Melalui GoTo, 2 raksasa internet Indonesia itu dapat melakukan IPO ganda di Tanah Air dan AS pada tahun ini. "Setiap potensi merger bakal didorong oleh konvergensi. Layanan yang kedua perusahaan beri begitu saling melengkapi sehingga akan menggabungkan skala secara signifikan," kata Analis Senior Telekomunikasi, Media, dan Teknologi di Fitch Solutions, Kenny Liew.

Baca Juga: Elon Musk Untung Karena Bitcoin, Komitmen Investasi Kripto Tesla Gak Main-Main

Baca Juga: Investor Gojek Ini Pakai Yuan Digital Buat Gaji Karyawan

Liew menambahkan, pemain gabungan juga berpotensi memiliki keberlanjutan lebih dari segi finansial, sebab aliran pendapatannya lebih beragam. Misalnya, perpaduan Uber, DoorDash, Flipkart, dan Alipay.

"Keragaman biasanya mirip dengan pemain teknologi raksasa yang berbasis di China dan AS, umumnya diterima dengan baik oleh investor pasar publik," imbuh Liew.

MengutipĀ KrAsia, Selasa (27/4/2021), dengan begitu, layanan Gojek akan semakin meluaskan pasar di Asia Tenggara; mengejar persaingan dengan Grab. Saat ini, Gojek baru hadir di 4 pasar, yakni: Thailand, Vietnam, Singapura, dan Indonesia.

Di sisi lain, Grab sudah memasuki 4 pasar yang sama, begitu juga dengan Malaysia, Filipina, dan Myanmar. Bahkan, Grab juga bekerja sama dengan JapanTaxi sehingga membuat pengguna dapat memesan taksi di sejumlah tempat wisata terkenal di Jepang.

Karena itu, Gojek tampaknya akan berfokus pada ekspansi di regional. Tahun lalu, Gojek menggabungkan mereknya di Thailand dan Vietnam. Sementara di Singapura, Gojek berniat merilis produk baru, seperti pemesanan taksi, layanan korporat, dan kendaraan besar.

Demi dapat meningkatkan kemampuan bersaing dengan Grab, langkah itu penting. Apalagi, Grab telah mengumumkan rencana melantai di bursa Amerika Serikat (AS) lewat SPAC dengan Altimeter Growth Corporation.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini