Jumpa Pejabat Israel, Amerika Mantap Gandeng Tangan buat Basmi Nuklir Iran Sebelum...

Jumpa Pejabat Israel, Amerika Mantap Gandeng Tangan buat Basmi Nuklir Iran Sebelum... Kredit Foto: Reuters

Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Israel bertemu di Kedutaan Besar Israel di Washington untuk membahas dugaan upaya nuklir Iran dan berbagi informasi sensitif yang, karena masalah keamanan, tidak dapat dibahas dalam pertemuan virtual.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat, serta beberapa pejabat AS dan Israel lainnya setuju bahwa kedua negara harus membentuk kelompok kerja antar-lembaga untuk melawan ancaman yang berkembang dari Kendaraan Udara Tak Berawak dan Rudal Pemandu Presisi yang diproduksi oleh Iran dan diberikan kepada proxynya di Kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Sumpah Israel Balas Tembakan Rudal Suriah di Dekat Reaktor Nuklir Dimona

Menurut rilis Gedung Putih, para pejabat kedua pemerintah juga setuju bahwa perilaku agresif Iran di Timur Tengah merupakan ancaman yang signifikan.

Berdasarkan tekad ini, para pejabat AS menyampaikan bahwa Presiden AS Joe Biden dan pemerintahannya memiliki dukungan yang tak tergoyahkan bagi hak Israel untuk mempertahankan diri.

Sebelum pertemuan, kelompok strategis bilateral Sullivan dan Ben-Shabbat bertemu dua kali dalam pertemuan virtual. Menurut laporan media Israel, para pejabat menyerukan pertemuan langsung untuk berbagi informasi sensitif.

"Amerika Serikat memperbarui Israel tentang pembicaraan di Wina dan menekankan minat yang kuat AS untuk berkonsultasi erat dengan Israel tentang masalah nuklir yang akan datang," bunyi rilis itu merinci seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (28/4/2021).

Konsultasi tersebut kemungkinan besar terkait dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015, yang telah menjadi subyek beberapa pertemuan di Wina, Austria.

Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa AS dan Iran dapat segera mencapai kesepakatan mengenai JCPOA - selama Washington tetap "jujur" dalam negosiasi.

Pada saat yang sama, beberapa pejabat Israel tidak setuju dengan negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung, dan telah berbicara untuk mendukung pendekatan "tekanan maksimum" dari pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini