Bahas Aktivis KAMI, Rocky Gerung 'Panggil' 3 Presiden: Jokowi-SBY-Gus Dur

Bahas Aktivis KAMI, Rocky Gerung 'Panggil' 3 Presiden: Jokowi-SBY-Gus Dur Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Pengamat Politik Rocky Gerung berpendapat, aktivis Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, hingga Anton Permana yang dituduh telah menyebarkan berita bohong atau hoaks itu haruslah dilepaskan, bukan dibebaskan. Mereka merupakan korban politisasi belaka.

"Saya ingin Syahganda bukan dibebaskan, tapi dilepaskan. Saya ingin penghalau demokrasi disingkirkan dan itu persoalannya," ujarnya pada wartawan, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Tagih Dana BLBI Rp110 Triliun, Rocky Gerung Usul Reshuffle: Angkat Sjamsul Nursalim...

Menurutnya, para aktivis senior tersebut harus dibebaskan dari segala macam kepentingan politis. Dia menilai, menjadi tugas semua pihak, khususnya aktivis dan para tokoh nasional, untuk menyingkirkan penghalang demokrasi saat ini.

Sebabnya, kata dia, dia sudah mengenal Syahganda, Jumhur, dan Anton sejak masih mahasiswa dahulu di ITB. Ketiganya dan secara umum mahasiswalah yang telah membesarkan demokrasi hingga seperti sekarang ini.

"Jadi dari awal dia membesarkan demokrasi setelah jadi besar kita undang Jokowi untuk hadir. Jadi Jokowi datang ketika demokrasi sudah ada, bukan Jokowi yang membuat demokrasi, bahkan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Gus Dur datang ketika demokrasi sudah ada, jadi penciptanya itu siapa? Ya Syahganda, secara generik mahasiswa," tuturnya.

Maka itu, Rocky menambahkan, jurnalis pun harus menerangkan kepada publik dengan jelas kalau semua para aktivis dan tokoh nasional yang berkumpul di Kebayoran Baru, Jaksel dan membuat Petisi Demokrasi Harus Diselamatkan itu bukan ingin membebaskan Syahganda, Anton, dan Jumhur semata. Namun, juga untuk menyingkirkan persoalan demokrasi yang dianggap makin menurun tersebut.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini