Menaker Yakin Peningkatan Kualitas SDM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Menaker Yakin Peningkatan Kualitas SDM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sebagaimana diketahui, akibat pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mengalami resesi dimana sepanjang tahun 2020 tumbuh minus 2,07%.

"Kami yakin betul dengan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM akan dapat mendukung pemulihan ekonomi malalui tenaga kerja yang kompeten, yang produktif, yang dapat mengikuti persaingan di era industri 4.0," ujar Ida dalam sambutannya pada acara Indonesia Human Resources Award 2021 yang digelar Warta Ekonomi secara virtual di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Meski demikian, lanjut Ida, harus diakui masih ada pekerjaan rumah (PR) terkait kualitas dan kompetensi SDM Indonesia di mana dari angkatan kerja yang ada sebanyak 55% lebih memiliki pendidikan rendah dan skill yang terbatas.

Dia membeberkan, laporan World Bank Human Capital Index 2020 menempatkan Indonesia pada peringkat 96 dari 174 negara di bawah Thailand, Vietnam dan Singapura.

Baca Juga: Menaker: THR Bisa Dongkrak Konsumsi Masyarakat

"Oleh karena itu bapak Presiden RI telah menjadikan pembangunan SDM sebagai kunci pemulihan ekonomi dari pandemi dan untuk memajukan Indonesia di era transformasi digital," paparnya.

Lebih jauh, Ida menjelaskan, salah satu pilar pembangunan SDM adalah masifikasi pendidikan vokasi yang ditargetkan dapat meningkatkan SDM kita untuk dapat produktif dan bisa bersaing di era saat ini. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi salah satu elemen penting dalam grand design pelatihan vokasi Indonesia.

"Kemnaker menjadikan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai salah satu lompatan yang dilaksanakan kemenaker. arah kebijakan transformasi BLK adalah mengubah secara total BLK sebagai balai pelatihan vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional," ungkapnya.

Kemudian, tambah Ida, Kemnaker terus melakukan program BLK komunitas untuk memperluas jangkauan hingga ke semua daerah. Adapun pada tahun 2020, telah dibangun 1014 BLK komunitas sehingga secara total sudah ada 2.127 BLK komunitas yang tersebar di berbagai wilayah.

"Selama tahun 2020, kami tetap menggenjot peningkatan kompetensi tenaga kerja kepada 901.177 orang melalui pelatihan vokasi, pemagangan, pelatihan produktivitas dan sertifikat kompetensi," tukasnya.

Dengan demikian diharapkan pembangunan kualitas dan pemberdayaan SDM mampu berperan besar bagi pemulihan ekonomi sekaligus peningkatan daya saing di era digital saat ini.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini