Terima Kasih ASEAN, Rusia Nyatakan Dukung Keputusan Bagi Situasi di Myanmar

Terima Kasih ASEAN, Rusia Nyatakan Dukung Keputusan Bagi Situasi di Myanmar Kredit Foto: AP Photo/Aijaz Rahi

Rusia mengatakan mendukung konsensus ASEAN soal Myanmar. Para pemimpin ASEAN dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada akhir pekan lalu mencapai lima konsensus untuk membantu menyelesaikan masalah Myanmar.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Myanmar. Rusia, jelasnya, juga turut mengamati langkah ASEAN untuk turut membantu menyelesaikan masalah Myanmar.

Baca Juga: Orang-orang dalam Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar Sambut Gembira Keputusan ASEAN

"Kami telah mengikuti secara dekat langkah ASEAN dalam memberikan solusi bagi situasi di Myanmar. Rusia sangat mendukung langkah ASEAN dan juga keputusan yang diambil dari pertemuan tingkat tinggi ASEAN,"ucapnya. 

Vorobieva, saat berbicara dalam konferensi pers virtual pada Rabu (28/4/2021), mengatakan bahwa keputusan yang diambil ASEAN diharapkan dapat membantu Myanmar untuk menyelesaikan masalah yang ada.

"Rusia merasa dialog inklusif semacam ini merupakan jalan terbaik untuk mengatasi situasi tersebut," ujarnya. 

Lima konsensus yang dicapai dalam pertemuan ASEAN sendiri adalah pertama, para pihak akan menahan diri dan segera menghentikan penggunaan kekerasan.

Kedua, akan dimulai dialog konstruktif untuk menemukan solusi damai demi kepentingan rakyat Myanmar. Ketiga, Utusan Khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi proses mediasi dengan mendapat asistensi dari Sekretaris Jenderal ASEAN.

Keempat, ASEAN akan memberikan asistensi kemanusiaan melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance for Disaster Management (AHA Centre). Kelima adalah Utusan Khusus ASEAN dan delegasinya akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan para pihak.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini