Gandeng Emditek, Cashlez Gaet 500 Pedagang Pasar Bersih Sentul City Terima Transaksi Nontunai

Gandeng Emditek, Cashlez Gaet 500 Pedagang Pasar Bersih Sentul City Terima Transaksi Nontunai Kredit Foto: Cashlez

Sesuai dengan inisiatif Cashlez untuk mulai menjajaki pasar tradisional di Indonesia. Bersama PT Media Dimensi Teknologi Indonesia (Emditek), Cashlez meresmikan kerja sama dengan Pasar Bersih Sentul City sebagai mitra pasar pertama, Selasa (27/4/2021).

Melalui kerja sama ini, pembeli dapat melalukan pembayaran nontunai menggunakan kartu kredit, kartu debit, QRIS, Virtual Account (VA), dan Cashlez-Link di Pasar Bersih Sentul City yang terdiri dari ruko, kios, los basah, los kering, serta foodcourt.

Baca Juga: Pembayaran Nontunai: Metode Peer to Peer Paling Diminati, Disukai Gen Y

"Kami percaya bahwa sistem pembayaran nontunai akan terus bertumbuh dengan pesat seiring pertumbuhan digitalisasi ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, para pedagang di pasar tradisional pun sudah saatnya untuk mulai mengadaptasi pembayaran nontunai untuk transaksi sehari-hari," keta CEO Cashlez, Suwandi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Berdasarkan hasil survei dari VISA, 63% konsumen Indonesia mengakui membawa lebih sedikit uang tunai dan makin jarang berbelanja dengan uang tunai, di mana jumlah ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Lebih lanjut, 7 dari 10 menyatakan merasa tak perlu lagi membawa uang tunai. Selain itu, menurut data dari Bank Indonesia, per Februari 2021, transaksi pembayaran menggunakan kartu naik sebesar 4,93% (yoy) dan transaksi uang elektronik tumbuh sebesar 26,42% (yoy).

"Kami menyadari bahwa masyarakat kini sudah mulai terbiasa melakukan pembayaran secara nontunai. Terlebih, dalam bulan Ramahan ini yang terdapat peningkatan kebutuhan bahan pokok yang membutuhkan berbagai macam pembayaran. Diharapkan, dengan adanya transaksi nontunai ini, akan mengubah perilaku masyarakat juga untuk membeli kebutuhan harian maupun bulanan yang sebelumnya di supermarket atau hypermarket menjadi ke pasar tradisional," ujar Hendra Harsono, Direktur Utama Pasar Bersih Sentul City.

Sementara itu, Yudi Kusman, CEO Emditek, yang merupakan rekan dari Cashlez mengatakan bahwa UMKM merupakan pasar dengan potensi yang sangat besar. Namun, masih banyak UMKM yang belum menikmati fasilitas transaksi digital, khususnya di pasar tradisional.

"Selain itu, sebagian besar pedagang di pasar-pasar tradisional belum paham dengan baik mengenai transaksi nontunai. Oleh karena itu, kami sebagai pelaku fintech perlu memberikan pemahaman kepada mereka. Kami yakin dengan jalan bersama seperti ini akan mempermudah perluasan nontunai di Indonesia, khususnya di pasar-pasar tradisional," tutur Yudi.

"Target 500 pedagang adalah target awal. Ke depannya, penetrasi akan terus diperluas dengan menggandeng lebih banyak pedagang pasar tradisional lain, baik di dalam kota maupun di luar kota, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM Indonesia," tutup Suwandi.

Kampanye #UMKMBisaYuk

Sejalan dengan komitmen Cashlez untuk terus meningkatkan penggunaan nontunai di Indonesia, Cashlez menghadirkan kampanye #UMKMBisaYuk. Melalui kampanye ini, Cashlez menghadirkan program edukasi mengenai penerapan nontunai bagi UMKM.

"Tantangan dalam memperluas penetrasi nontunai di Indonesia salah satunya adalah edukasi. Pada kampanye ini, kami akan memberikan pemahaman mengenai manfaat, keuntungan, serta tata cara penerapan nontunai untuk pelaku usaha. Harapannya, akan makin banyak UMKM yang beralih ke nontunai sesuai dengan harapan pemerintah," kata Suwandi.

Program ini sudah dijalankan pertama kali di Pasar Bersih Sentul City dengan memberikan edukasi kepada para pedagang selama 2 minggu. Ke depannya, kampanye #UMKMBisaYuk akan terus dijalankan bersamaan dengan perluasan penetrasi pasar Cashlez di Indonesia.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini