Heboh Kimia Farma Disebut The Real Babel Group Drakor Vincenzo, Nasib Sahamnya....

Heboh Kimia Farma Disebut The Real Babel Group Drakor Vincenzo, Nasib Sahamnya.... Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas oleh oknum petugas PT Kimia Farma Tbk (KAEF) di Bandara Kualanamu turut menjadi sorotan warganet. Bahkan, Kimia Farma disebut sebagai the real Babel Group, perusahaan farmasi yang ada dalam drama korea Vincenzo.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh warganet melalui akun Twitter @desymartad. Sambil melampirkan potongan artikel berita, netizen tersebut menulis, "Kimia farma the real babel group."

Cuitan itu pun lantas dibalas oleh warganet lain dengan akun @ekaasyk yang juga menyetujui perumpaan Kimia Farma sebagai Babel Grup di dunia nyata, "Babel in real life. OmG!!" Baca Juga: Dugaan Kasus Penggunaan Alat Rapid Test Bekas, Kimia Farma Minta Maaf

Tak berhenti sampai di sana, seorang warganet dengan akun @jkt48pepa juga sepakat bahwa Kimia Farma tak ubahnya dalah Babel Group, "Kimia farma is literally babel company non one can deny that." Baca Juga: Kinerja Keuangan Pelindo I: Omzet dan Cuan Saling Bertolak Belakang

Kendati temuan penggunaan alat rapid test antigen bekas oleh oknum masih ramai diperbincangkan, hal itu seakan tak berdampak signifikan terhadap saham Kimia Farma. Melansir dari RTI, saham bersandi KAEF tersebut bergerak dengan kecenderungan menguat hingga ke level tertinggi di Rp2.720 per saham. 

Saham Kimia Farma hanya sesaat menyentuh zona merah dengan level terendah 2.650 per saham. Pada penutupan sesi pertama, saham Kimia Farma parkir di zona hijau dengan apresiasi 0,75% ke level Rp2.680 per saham. Sejumlah 1,38 juta saham Kimia Farma diperdagangkan dengan frekuensi 801 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp3,71 miliar per Kamis, 29 April 2021 siang.

Menanggapi pemberitaan yang ada, manajemen Kimia Farma menegaskan pihaknya akan mendukung penuh upaya investigasi atas kasus tersebut. Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika, Adil  Fadhilah Bulqini, mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh oknum petugas layanan rapid test antigen tersebut telah merugikan Kimia Farma dan bertentangan dengan prosedur standar operasional (PSO) yang ditetapkan oleh perusahaan.

"Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya secara tertulis, dilansir pada Kamis, 29 APril 2021.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini