Bisnis HP Tersendat Sanksi Amerika, Huawei Mau Banting Setir ke Bisnis . . . .

Bisnis HP Tersendat Sanksi Amerika, Huawei Mau Banting Setir ke Bisnis . . . . Kredit Foto: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian

Huawei Technologies China kabarnya sedang bernegosiasi untuk mengambil alih unit kendaraan listrik produsen mobil domestik kecil.

MelansirĀ Reuters, Kamis (29/4/2021), informasi itu berasal dari dua narasumber anonim. Menurut mereka, langkah itu merupakan pergeseran strategis raksasa telekomunikasi yang telah terpukul oleh sanksi Amerika Serikat (AS) itu.

"Huawei sedang dalam pembicaraan dengan Chongqing Sokon untuk mengakuisisi saham pengendali di Chongqing Jinkang New Energy Automobile," kata narasumber itu.

Baca Juga: Duh, Meski Cuan Bisnis Chip Naik, Bisnis HP Samsung Malah Turun Gegara . . . .

Lewat langkah itu, Huawei dapat memproduksi mobil cerdas sendiri, tambah narasumber itu. Jinkang sendiri memiliki aset utama US UV Seres.

"Sebagai bagian dari kesepakatan, Huawei juga berniat membeli saham di Chongqing Sokon Holdings milik pemegang swasta," menurut salah satu sumber.

Jika benar, maka itu akan menjadi bukti ambisi Huawei dalam emgnhadirkan solusiĀ end-to-end dalam bisnis kendaraan listrik/EV (electric vehicles). Sayangnya, baik Huawei maupun Sokon tak segera menanggapi permintaan komentar.

Dorongan ke bisnis mobil pintar akan menandakan pergeseran besar dalam fokus bisnis Huawei setelah sanksi AS memaksa mereka menjual sebagian bisnis ponsel cerdasnya.

Menyoroti perubahan itu, Ketua Bergilir Huawei, Eric Xu mengumumkan komitmen dengan 3 produsen mobil milik negara China untuk memasok sistem operasi kendaraan pintar di Shanghai Auto Show awal bulan ini.

Langkah Huawei dalam bisnis EV muncul ketika saingannya, Xiaomi meningkatkan upaya ke pasar itu; karena Beijing begitu mempromosikan kendaraan yang lebih ramah lingkungan guna mengurangi emisi karbon.

Kepala Grup Bisnis Konsumen Huawei, Richard Yu memimpin negosiasi dengan Sokon. Tampaknya proses kesepakatan itu akan rampung secepatnya pada Juli, menurut narasumber yang sama.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini