Suku Bunga Turun, Kredit Perbankan Maret 2021 Cetak Pertumbuhan Tertinggi

Suku Bunga Turun, Kredit Perbankan Maret 2021 Cetak Pertumbuhan Tertinggi Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laju suku bunga kredit terus menurun sehingga diharapkan bisa meningkatkan permintaan kredit dari sektor usaha.

Suku bunga kredit sektor konsumsi turun dari 10,95 persen (Desember 2020) menjadi 10,90 pada Maret 2021. Pada posisi yang sama kredit modal kerja turun dari 9,27 persen menjadi 9,12 persen. Kredit investasi turun dari 8,83 persen menjadi 8,73 persen.

Imbasnya, penyaluran kredit perbankan pun kini mulai bergairah, bahkan mencetak pertumbuhan tertinggi.

"Kredit perbankan pada Maret 2021 tercatat tumbuh Rp77,3 triliun (mtm) yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 11 bulan terakhir, walau secara  tahunan (yoy) masih terkontraksi 3,77 persen, ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Tancap Gas, Kredit Mandiri Tumbuh 9,10% di Kuartal I 2021

Secara sektoral, lanjut dia, kredit sektor pengolahan dan sektor perdagangan meningkat signifikan masing-masing Rp22,02 triliun mtm dan Rp16,40 triliun mtm. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 2,38 persen mtm atau 9,49 persen yoy.

Sejalan dengan perkembangan positif tersebut, pasar keuangan global termasuk Indonesia mengalami penguatan di bulan April 2021. Hingga 23 April 2021, IHSG tercatat menguat sebesar 0,5 persen mtd ke level 6016,86. Pasar SBN juga terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun sebesar 20,2 bps di seluruh tenor.

"Industri asuransi tercatat menghimpun premi asuransi pada Maret 2021 sebesar Rp25,4 triliun (Asuransi Jiwa: Rp16,3 triliun; Asuransi Umum dan  Reasuransi: Rp9,1 triliun). Fintech P2P lending pada Maret 2021 mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp19,04 triliun atau tumbuh sebesar 28,7 persen yoy," tambah Anto.

Sementara piutang perusahaan pembiayaan pada Maret 2021 masih terkontraksi sebesar 19,6 persen yoy. Kemudianhingga 27 April 2021, jumlah penawaran umum yang dilakukan emiten di pasar modal mencapai 45, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp47,07 triliun. Dari jumlah penawaran umum tersebut, 12 di antaranya dilakukan oleh emiten baru. 

"Dalam pipeline saat ini terdapat 74 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp63,82 triliun," tukasnya.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini