Platform Cryptocurrency Ini Diretas, Rugi Hingga Rp720 Miliar

Platform Cryptocurrency Ini Diretas, Rugi Hingga Rp720 Miliar Kredit Foto: Pixabay

Uranium Finance, platform pembuat pasar otomatis di Binance Smart Chain, melaporkan insiden keamanan yang mengakibatkan kerugian sekitar 50 juta dolar AS (sekitar Rp720,7 miliar).

Melalui akun Twitter, Uranium mengungkapkan eksploitasi itu menargetkan migrasi token v.21. Tim Uranium mengaku telah menghubungi tim keamanan Binance.

"Peretas kabarnya memanfaatkan bug dalam logika pengubah keseimbangan Uranium yang meningkatkan keseimbangan proyek dengan fakto 100," begitu bunyi laporan Cointelegraph, dilansir Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Makin Jauh dari Akses Perbankan, Negara Kepulauan Ini Izinkan Transaksi Pakai Bitcoin

Baca Juga: Kacau! Penambangan Cryptocurrency Bikin Negara Ini Krisis Energi

Kesalahan itu memungkinkan peretas mencuri 50 juta dolar AS dari proyek itu. Saat berita ini terbit, peretas masih memegang 36,8 juta Binance Coin dan Binance USD.

Dana curian yang tersisa termasuk 80 Bitcoin (BTC); 1.800 Ether (ETH); 26.500 Polkadot (DOT); 5,7 juta Tether (USDT); 638.000 Cardan (ADA); dan 112.000 u92. Detail dari BscScan menyebut, "Peretas menukar token ADA dan DOT dengan ETH, meningkatkan simpanan Ether menjadi 2.400 ETH."

Sementara itu, tersangka pencurian telah memindahkan 2.400 ETH senilai 5,7 juta dolar AS (sekitar Rp82,2 miliar) menggunakan alat privasi Ethereum Tornado Cash.

Binance tak segera menanggapi permintaan berkomentar. Juru Bocara Uranium mengatakan, "Bug itu belum dapat ditambal. Pengguna kami sarankan berhenti menyediakan likuiditas pada proyek itu dan cairkan dana tersebut."

Tim juga membuat grup Telegram bagi korban peretasan sambil berjanji akan memperbarui informasi pemulihan dana yang peretas curi.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini