Manfaatkan Teknologi, Milenial Bisa Bertani Tak Harus Berkotor-Kotor

Manfaatkan Teknologi, Milenial Bisa Bertani Tak Harus Berkotor-Kotor Kredit Foto:

Krisis regenerasi petani muda menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. Untuk mengatasinya perlu inovasi dan kreativitas agar pertanian menarik bagi generasi muda. 

Staf Khusus Wakil Presiden RI Dr Lukmanul Hakim menyebutkan, penerapan teknologi pertanian modern menjadi salah satu solusinya. Bertani tidak harus berlumpur, dengan teknologi para milenial dapat bertani tanpa harus berkotor-kotor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, jumlah petani menurun, dan petani muda hanya 6% (2,7 juta) dari total petani Nusantara yang berjumlah 33,4 juta. Salah satu upaya menarik pemuda bertani adalah pengembangan Greenhouse Aquaponik untuk budidaya pertanian dan perikanan.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, M. Anwar Bashori menjelaskan BI membuat sejumlah piloting pengembangan pertanian cerdas (smart farming) berbasis teknologi IoT (Internet of Think). Ini untuk meningkatkan produksi dan menjaring generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini