Sakit Tapi Tak Berdarah: Keuntungan Gudang Garam Anjlok Parah!

Sakit Tapi Tak Berdarah: Keuntungan Gudang Garam Anjlok Parah! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Sampai dengan awal tahun 2021, bisnis raksasa rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih tertekan signifikan. Hal tersebut tercermin dari capaian laba bersih Gudang Garam yang anjlok parah hingga 28,57% dari Rp2,45 triliun pada Maret 2020 menjadi Rp1,75 triliun pada Maret 2020. 

Merujuk ke laporan keuangan perusahaan, Gudang Garam sejatinya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,13% pada awal tahun 2021. Sampai dengan akhir Maret 2021, pendapatan Gudang Garam mencapai Rp29,75 triliun atau lebih tinggi tahun sebelumnya yang hanya Rp27,26 triliun. Produk sigaret kretek mesin (SKM) masih menjadi kontributor utama bagi pendapatan Gudang Garam. Baca Juga: Sengketa Merek Lawan Produsen Rokok Gudang Baru, Gudang Garam Naik Pitam: Menyesatkan!

Secara tahun ke tahun, omzet dari produk SKM meningkat dari Rp24,76 triliun menjadi Rp27,16 triliun. Begitu pula dengan pendapatan dari sigaret kretek tangan (SKT) yang tumbuh dari Rp2,15 triliun pada Q1 2020 menjadi Rp2,18 triliun pada Q1 2021. Pertumbuhan pendapatan emiten rokok ini juga dicatatkan untuk produk kertas karton, yakni naik dari Rp317,47 miliar menjadi Rp386,55 miliar. Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 30 April 2021: Merah di Asia, Membara di Dunia!

Namun, pendapatan rokok klobot menipis dari sebelumnya Rp6,11 miliar pada 2020 menjadi Rp5,28 miliar pada 2021. Pendapatan lainnya pun ikut menyusut tajam, yakni mencapai Rp24,23 miliar pada Maret 2020 menjadi hanya Rp8,28 miliar pada Maret 2020. Meskipun begitu, secara aset, Gudang Garam membukukan kenaikan dari Rp78,19 triliun pada awal tahun 2020 menjadi Rp79,82 triliun pada awal 2021.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini