Manajer Kimia Farma Raup Rp30 Juta dari Antigen Bekas, Warganet Ngamuk: Hukum Mati Saja!

Manajer Kimia Farma Raup Rp30 Juta dari Antigen Bekas, Warganet Ngamuk: Hukum Mati Saja! Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Manajer Kimia Farma Diganostik Medan, PM dan empat bawahannya mengantongi keuntungan Rp30 juta dari bisnis tes antigen bekas di Bandara Kualanamu.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, penggunaan antigen bekas mulai dilakukan oleh karyawan dari Laboratorium Kimia Farma sejak 17 Desember 2020 di Bandara Kualanamu. Dan otaknya adalah PM.

“PM meminta kepada karyawan yang bekerja di Laboratorium Kimia Farma Bandara Kualanamu dan kepada SR selaku kurir serta DP (CS di laboratorium)," ujar Panca kepada wartawan, Kamis (29/4).

Baca Juga: Heboh Kimia Farma Disebut The Real Babel Group Drakor Vincenzo, Nasib Sahamnya....

Lalu panca mengungkapkan, rata-rata pasien yang di-swab di Kualanamu sekitar 250 orang, namun yang dilaporkan ke bandara dan Pusat Kantor Laboratorium Kimia Farma di Jalan RA Kartini sekitar 100 orang. Sisanya sekitar 150 pasien merupakan keuntungan yang didapat PM dari hasil penggunaan antigen bekas.

“Rata-rata hasil dari keuntungan penggunaan cotton buds swab antigen bekas yang dibawa saudara SR ke PM, yaitu sekitar Rp 30 juta yang akan digunakan untuk PM dan lembur karyawan Laboratorium Kimia Farma," tutur Panca.

Polisi sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu. Mereka dijerat Pasal 98 ayat (3) jo pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) jo Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini