Kuartal I 2021, Laba Maybank Indonesia Turun 31,8% jadi Rp501 Miliar

Kuartal I 2021, Laba Maybank Indonesia Turun 31,8% jadi Rp501 Miliar Kredit Foto: Unsplash/Christoph Theisinger

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) membukukan Laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp501 miliar pada kuartal I 2021, atau turun 31,8% dibanding tahun sebelumnya. Sementara, laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) turun dari Rp538 miliar di Kuartal I 2020 menjadi Rp381 miliar di Kuartal I 2021.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, turunnya pencapaian laba ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang berkelanjutan sejak Kuartal I 2020.

"Pencapaian kinerja kami (per kuartal I 2021) mencerminkan kondisi ekonomi yang masih menantang di awal tahun ini. Kami akan terus memonitor resiko terhadap portofolio kami, dan di saat sama, terus mengejar peluang-peluang yang ada, khususnya terkait layanan perbankan digital kami," ujar Taswin di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Gebrakan Terbaru Dari Maybank Indonesia Lewat Program My Happy & Lucky Bank

Adapun penurunan ini tak lepas dari Net Interest Income (NII), atau Pendapatan Bunga Bersih yang juga menurun sebesar 13,7% menjadi Rp1,7 triliun karena menurunnya loan balance (saldo kredit) sementara Bank juga melihat adanya perbaikan kredit. Meskipun demikian, Bank tetap mengambil langkah untuk mempertahankan strategi pertumbuhan kredit secara selektif akibat dari pandemi. 

Lebih lanjut, Net Interest Margin (NIM), atau Margin Bunga Bersih juga turun sebesar 61 basis poin menjadi 4,35% di kuartal I 2021, dibandingkan 4,96% pada Maret 2020 sebagai akibat dari penurunan imbal hasil kredit. Penurunan imbal hasil kredit ini seiring dengan turunnya suku bunga Bank Indonesia dan sebagai akibat dari program restrukturisasi kredit kepada nasabah yang bisnisnya terdampak pandemi.

Selain itu, Bank berhasil menurunkan biaya bunga (cost of funds) sebesar 126 basis poin dengan berfokus pada pertumbuhan likuiditas CASA untuk menjaga tekanan pada marjin. 

Fee-based income turun 24% menjadi Rp453 Miliar akibat menurunnya fee income terkait Global Market. Turunnya pendapatan fee-based tertahan oleh naiknya pendapatan fees terkait Bancassurance dan Wealth Management sebesar 89,7% menjadi Rp65 miliar dan 33,8% menjadi Rp40 miliar. 

Dengan kondisi demikian, Taswin mengungkapkan, jika dilihat kuartal per kuartal, Maybank Indonesia berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebesar 127,6% didukung upaya Bank, yang secara selektif, memanfaatkan peluang pasar yang tengah bertumbuh melalui layanan perbankan digital.

Credit cost (biaya kredit) juga menurun dibanding kuartal sebelumnya, seiring kebijakan Bank yang tetap disiplin dalam menjaga kualitas asetnya. 

“Namun demikian, kami senantiasa bersikap hati-hati dan sigap dalam mengantisipasi dan memitigasi dampak lanjutan dari pandemi beberapa waktu ke depan, selain juga terus memberikan dukungan kepada nasabah untuk memastikan keberlangsungan bisnis mereka,” kata Taswin. 

Pada kuartal I tahun 2021, Bank menempuh langkah yang lebih konservatif, dan hati-hati dalam melakukan ekspansi kredit di tengah dampak disrupsi pasar akibat wabah Covid-19. Hal ini menyebabkan penyaluran kredit Maybank Indonesia turun 17,2% menjadi Rp101,7 triliun per 31 Maret 2021 dibanding Rp122,9 triliun per 31 Maret 2020.  

Meski demikian, Maybank Indonesia akan terus menempuh langkah proaktif untuk membantu nasabah menghadapi tantangan dan fokus pada restrukturisasi kredit untuk memastikan dan memperhatikan keberlangsungan bisnis nasabah serta menjaga kualitas aset Bank. 

"Kami optimis bahwa ekonomi akan kembali pulih tahun ini, didukung oleh program stimulus pemerintah dan vaksinasi Covid-19," ucap Taswin.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini