May Day, Massa Buruh Gelar Tabur Bunga di Replika Batu Nisan

May Day, Massa Buruh Gelar Tabur Bunga di Replika Batu Nisan Kredit Foto: Viva

Massa buruh menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh atau May Day di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu siang ini, 1 Mei 2021. Sejumlah massa dari serikat buruh yang turun langsung ke jalan hari ini adalah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, dan massa dari mahasiswa.

Di lokasi, tampak massa yang turun dalam aksi ini turut memasang replika sejumlah nisan dengan tuntutan beragam. Misalnya, RIP Cuti Melahirkan hingga RIP Omnibus Law. Selain berorasi, massa aksi juga melakukan prosesi tabur bunga di replika nisan tersebut.

Baca Juga: Peringatan May Day Jangan Hanya Dukung Industri, Perhatikan Kesejahteraan Buruh Sawit

Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat melalui pengeras suara pun berulang kali mengimbau para massa aksi untuk tetap menjaga protokol kesehatan. 

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga turut menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi. Namun, rekayasa lalu lintas itu sifatnya situasional. Nantinya, jika area Patung Kuda tertutup maka penyekatan balal dilakukan oleh kepolisian.

“Rekayasa lalu lintas nanti sifatnya situasional. Nantinya jalan atau bundaran Patung Kuda terutup masa maka penyekatan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan, bahwa khusus untuk aksi hari ini, sebanyak 6.394 personel gabungan TNI dan Polri diturunkan untuk mengawal perayaan Hari Buruh atau May Day pada hari ini. Jumlah itu kemungkinan akan ditambah, namun tergantung situasi besok.

"Ada 6.394 personil kemungkinan akan bersifat tambah lagi yang akan kita turunkan, gabungan TNI-Polri kemudian dari pemerintah daerah (Pemda)," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat kemarin.

Mengingat situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, Yusri meminta kepada para buruh untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Para buruh pun diminta belajar dari ledakan kasus COVID-19 yang terjadi di India saat ini.

"Perlu disadari untuk serikat buruh yang turun besok, jangan sampai terjadi seperti negara India. Kita tahu India hampir ada 300 ribu ribu yang positif (perhari), yang meninggal 8 ribu lebih," kata Yusri.

Kendati demikian Yusri mengatakan pihaknya tidak akan melarang aksi unjuk rasa yang digelar para buruh, dengan catatan penerapan protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan baik dan disiplin.

"Kami terima kasih jika ada teman-teman serikat yang mengerti situasi ini pandemi COVID-19. Tapi kami tidak melarang, jika tetap mematuhi prokes dan tertib kami tidak larang," kata Yusri.

Untuk di Jakarta, setidaknya ada sejumlah titik pusat unjuk rasa, di antaranya Patung Kuda, gedung Mahkamah Konstitusi dan di gedung organisasi buruh internasional.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini