Indonesia Menjadi Pasar Ekonomi Digital Paling Penting di Asean

Indonesia Menjadi Pasar Ekonomi Digital Paling Penting di Asean Kredit Foto: Post.

Tiga grup raksasa ekonomi digital Indonesia memiliki valuasi sebesar US$ 240 miliar atau ekuivalen seperempat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Fakta ini merupakan salah satu indikator bahwa Indonesia merupakan pasar ekonomi digital paling penting dan berpengaruh di Asean.

Hal itu diungkapkan Co-Founder  & Executive Chairman Triputra Agro Persada Group, Arif P Rachmat dalam silaturahmi dengan pemimpin redaksi media massa secara virtual, dikutip Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng, Gojek Patut Berbangga Jadi Startup Pertama di Asia Tenggara Terapkan Hal Ini...

Arif Rachmat mengatakan, nilai atau omzet ekonomi digital di Indonesia saat ini masih sekitar US$ 40 miliar. Dalam lima tahun ke depan, nilainya akan melonjak jadi US$ 130 miliar, sehingga menjadikan Indonesia sebagai pasar ekonomi digital terbesar di Asean.

Arif membeberkan tiga ekosistem atau grup pelaku ekonomi digital yang disebutnya memiliki valuasi sekitar US$ 240 miliar tersebut.

Pertama, platform e-commerce terbesar Shopee yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 140 miliar dan sudah listed di bursa Amerika Serikat. Shopee bahkan menjadi perusahaan e-commerce terbesar di Asean.

“Shopee di Indonesia menguasai 40% volume pasar. Itu membuktikan betapa pentingnya Indonesia,” kata Arif.

Kedua, platform digital Grab juga berniat listing di AS dengan valuasi US$ 40 miliar. Grab yang berada dalam satu grup platform pembayaran OVO akan berpartisipasi dalam rights issue PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) yang memiliki dompet digital Dana. Emtek sendiri memiliki valuasi US$ 10 miliar.

“Jadi, kalau Emtek dengan valuasi US$ 10 miliar digabung Grab US$ 40 miliar, bernilai total US$ 50 miliar,” kata Arif.

Ketiga, sinergi Grup Triputra, Tokopedia, Gojek, dan Bank Jago. Triputra menekuni bisnis e-commerce berawal dari pendirian PT Anteraja. Menurut dia, ekonomi digital tidak terlepas dari tiga hal, yakni platform e-commerce, e-payment dan logistik.

Grup Triputra bermitra  dengan Bank Jago yang sudah mendeklarasikan sebagai bank digital. Triputra sebagai pemegang saham, meskipun kecil. Triputra juga menggandeng platform e-commerce Tokopedia.

Seiring dengan itu, Gojek bermerger dengan Tokopedia menjadi GoTo. Arif Rachmat menyatakan, GoTo dengan valuasi US$ 18 miliar diyakini akan tumbuh ke level US$ 40 miliar. Jika GoTo bersinergi Bank Jago dengan valuasi US$ 10 miliar, nilainya keduanya bakal menembus US$ 50 miliar.

Arif menuturkan, tiga grup entitas tersebut memiliki valuasi sekitar US$ 240 miliar. “Jadi bayangkan ketiga ekosistem itu kalau dijumlah bernilai US$ 240 miliar atau hampir seperempat PDB Indonesia,” tutur Arif.

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini