Indonesia Menjadi Pasar Ekonomi Digital Paling Penting di Asean

Indonesia Menjadi Pasar Ekonomi Digital Paling Penting di Asean Kredit Foto: Post.



Arif memandang bahwa Indonesia menjadi kunci dalam pasar ekonomi digital Asean dan Asean Plus-plus. “Di luar AS dan Tiongkok, Asean Plus-plus adalah the next most exicting largest growing destination for industry, terutama ekonomi digital,” kata Arif.

Arif juga berpendapat bahwa Indonesia harus mampu memonetisasi ekonomi digital seperti AS dan Tiongkok dan kuncinya, daya beli harus kuat.

Untuk itu, PDB per kapita harus ditingkatkan. Jika saat ini baru sekitar US$ 4.000, minimal harus dinaikkan menjadi dua kali lipat.

“PDB per kapital Tiongkok sudah US$ 12.000 dan AS sebesar US$ 63ribu. Tapi kita tidak perlu bandingkan dengan AS, cukup benchmark- nya Tiongkok. Kalau PDB per kapita kita bisa dobel, profit e-commerce akan sangat besar,” tuturnya.

Untuk mengakselerasi PDB per kapita, kata Arif, salah satunya adalah harus banyak mencetak enterprenur, termasuk dalam bisnis ekonomi digital.

“Apa yang dilakukan Aldi Haryopratomo dengan membangun Mapan kemudian masuk ke GoPay dan Gibran Huzaifah di eFishery itu luar biasa. Mereka benar-benar leading the way,” tutur Arif.

Selain itu, dalam pandangan Arif, e-commerce jangan hanya bersifat konsumtif. “E-commerce ini harus mampu meningkatkan produktivitas terutama dari sisi supply chainnya. Harus membantu UMKM, petani, nelayan, dan sebagainya,” tuturnya.

Optimistis di lain sisi, Arif Rachmat menyatakan bahwa dia dan para koleganya yang memimpin grup usaha besar di Indonesia sama-sama optimistis tentang prospek perekonomian nasional ke depan. Dia baru saja berbicara dengan petinggi di Grup BCA dan Grup Wing tentang ekonomi Indonesia, mereka menilai tanda kebangkitan semakin jelas.

“Penjualan Wings Group naik banyak. Ada keluarga kami dealer Honda, 90% penjualannya sudah mencapai pra-Covid,” kata dia.

Arif Rachmat lantas membandingkan dengan negara demokrasi berpenduduk lain, yakni Amerika Serikat, Brasil, dan India. “Kita itu jauh sangat baik dari segi infeksi Covid, segi ekonominya, semua very well. Jadi apa yang pemerintah sudah lakukan itu menurut saya sudah sangat baik,” kata dia.

Bisnis Triputra sendiri tahun ini sudah mulai membaik. Beberapa lini bisnis telah melewati perolehan tahun 2019. Seperti misalnya AnterAja. Salah satu anak usaha, Triputra Agro Persada tahun ini IPO.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini