Beres Latihan Tempur di LCS, Analis Militer Nilai Armada China Siap dengan Serangan Apapun

Beres Latihan Tempur di LCS, Analis Militer Nilai Armada China Siap dengan Serangan Apapun Kredit Foto: Taiwan's Office of the President

Kapal induk China, Shandong, dan kelompok tempurnya telah menyelesaikan latihan perang di Laut China Selatan. Hal itu disampaikan Kementerian Pertahanan setempat pada hari Minggu.

Juru bicara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-N) China, Gao Xiucheng, mengatakan latihan itu sah dan dapat meningkatkan kemampuan China untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunannya.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Negara, Angkatan Laut China Lagi-lagi Lakukan Kegiatan Ini di LCS

Latihan itu, lanjut dia, juga dapat membantu melindungi perdamaian dan stabilitas regional.

Gao berharap dunia luar akan memandang latihan ini secara objektif dan rasional.

"Ke depan, Angkatan Laut China akan terus menggelar latihan serupa,” ujarnya, seperti dikutip South China Morning Post, Senin (3/5/2021).

Shandong adalah kapal induk kedua China, namun merupakan kapal induk pertama yang diproduksi di dalam negeri.

Latihan perang tersebut adalah latihan pertama Shandong di Laut China Selatan yang disengketakan tahun ini.

Latihan itu dilakukan beberapa minggu setelah Amerika Serikat (AS) dan Filipina menyuarakan keprihatinan tentang kehadiran lebih dari 200 kapal penangkap ikan China di dekat terumbu yang disengketakan di Laut China Selatan.

Manila mengatakan beberapa kapal adalah bagian dari milisi maritim tetapi China bersikeras bahwa mereka adalah kapal penangkap ikan yang "berlindung dari angin."

Kementerian Pertahanan China juga mengatakan bahwa kapal induk lainnya, Liaoning, dan kapal-kapal pengawalnya juga telah melakukan latihan di sekitar Taiwan dan di Laut China Selatan baru-baru ini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini