Pabrikan Jet Tempur Terbesar Amerika Diduga Lagi Pelajari Puing-puing UFO

Pabrikan Jet Tempur Terbesar Amerika Diduga Lagi Pelajari Puing-puing UFO Kredit Foto: Reuters/Peter Nicholls

Mantan Senator Amerika Serikat (AS), Harry Reidbahwa selama bekerja di Kongres dia berulang kali mendengar tentang raksasa industri pertahanan AS, Lockheed Martin yang konon memperoleh puing-puing UFO yang jatuh.

Perusahaan ini, ucap Reid, mempelajari puing UFO secara ekstensif dalam kondisi kerahasiaan yang ekstrim.

Baca Juga: Eh, Awas! Muncul Laporan Perusahaan Energi Amerika Tawarkan Bantuan untuk Junta Myanmar

Namun, Reid yang berbicara saat melakukan wawancara dengan The New Yorker menuturkan bahwa dia tidak pernah melihatnya secara langsung, untuk memperkuat kabar tersebut.

"Saya diberitahu selama beberapa dekade bahwa Lockheed Martin memiliki beberapa dari materi (UFO) yang diambil," ucap Reid dalam wawancara tersebut. Baca juga: Biden Tunjuk Kamala Harris sebagai Kepala Dewan Antariksa Nasional

"Saya mencoba mendapatkan, seingat saya, persetujuan rahasia dari Pentagon agar saya melihat barang-barang itu. Mereka tidak akan menyetujuinya," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (4/5/2021).

Dia mengaku tidak tahu semua angka dan, klasifikasinya seperti apa. Pentagon, jelasnya, tidak akan pernah memberikan rincian itu kepada dirinya atau Kongres, meski diminta.

Reid menambahkanbahwa Pentagon tidak pernah memberikan alasan kenapa menolak permintaannya. Pentagon juga menolak memberikan Reid akses ke materi yang lebih rahasia.

Sementara itu, Pentagon sendiri sebelumnya telah mengkonfirmasi keaslian video "tic-tac UFO" yang direkam oleh pilot AS pada tahun 2004. Militer AS juga mengkonfirmasi bahwa ada unit khusus untuk mempelajari penampakan UFO dan kemungkinan ancaman, tetapi menolak memberikan rincian temuannya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini