Kilas Balik: Biodiesel, Jejak Panjang Sebuah Perjuangan

Kilas Balik: Biodiesel, Jejak Panjang Sebuah Perjuangan Kredit Foto: Istimewa

Kementerian ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (APROBI) meluncurkan sebuah karya buku “Biodiesel, Jejak Panjang Sebuah Perjuangan”.

Buku tersebut menggambarkan tentang kilas balik dari awal perjuangan hingga keberhasilan atas kolaborasi semua pihak dalam mengimplementasikan biodiesel sebagai salah satu sumber energi masa depan Indonesia.

Baca Juga: Kebijakan Mandatori Biodiesel Sawit, Apa Saja Manfaatnya?

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM, Dadan Kusdiana mengungkapkan peluncurkan buku ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus inspirasi dalam pengembangan biodiesel bagi para penerus generasi di masa mendatang. Dikatakan Dadan, penyusunan buku biodiesel dilakukan secara obyektif melalui tahapan wawancara langsung kepada kalangan akademisi, peneliti, pemerintah, maupun pengusaha yang dirangkum dan disajikan dalam bahasa yang lebih ringan. Lebih lanjut, Dadan menegaskan, keberhasilan biodiesel berkembang di Indonesia tak lepas dari kegigihan lembaga riset memperjuangan hasil penelitiannya. Di samping itu, terdapat dukungan dari kalangan masyarakat.

“Selain hasil (riset) litbang, ini juga bukti kemenangan perjuangan society yang bisa membuka jalan,” jelas Dadan saat meluncurkan buku tersebut secara virtual di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Dadan mengakui pemerintah sendiri memang tidak banyak memiliki proses pembelajaran sebelumnya (lesson learned) dari negara lain dalam mengimplementasikan biodiesel.

“Ini hanya berangkat dari keyakinan bersama dan tahapannya dilakukan secara ketat dengan melibatkan tidak hanya litbang pemerintah tapi juga perguruan tinggi. Dan tentu membuat ini mudah juga keterlibatan dari industri,” ungkap Dadan. 

Dadan pun berpesan pemanfaatan biodiesel harus lebih optimal agar dari sumber energi ini bisa naik kelas dari segala aspek.

“Masih banyak peluang untuk menjadi lebih baik. Selain spesifikasi dan keberlanjutannya harus lebih baik, harus ada keberpihakan rakyat harus ada. Rantai bisnis dari petani, koperasi ke korporasi harus terlihat,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua umum APROBI, MP Tumanggor menjelaskan pemilihan kata “perjuangan” dalam buku tersebut merepresentasikan kegigihan menjadikan biodiesel untuk diakui sebagai sumber energi terbarukan sejak tahun 2008.

“Buku ini sangat penting dibaca dan dipahami bagi generasi muda. Kita ini mampunyai kekayaan alam yang luar biasa, yaitu Kelapa Sawit dan menjadi produsen terbesar di dunia dengan produksi 48 juta ton per tahun,” ungkapnya. Bagi masyarakat yang ingin membaca buku tersebut bisa mengakses secara gratis di laman resmi www.esdm.go.id pada bagian dokumen penting atau melalui link https://www.esdm.go.id/id/download.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini