Harga TBS Sawit Kalimantan Barat Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Caturwulan I 2021

Harga TBS Sawit Kalimantan Barat Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Caturwulan I 2021 Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Bagi Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), kelapa sawit menjadi salah satu komoditas andalan yang berkontribusi besar bagi pendapatan masyarakat setempat.

Data Kementerian Pertanian mencatat, luas penguasaan lahan kelapa sawit di Kalimantan Barat tercatat 1.807.643 hektar atau terluas nomor tiga di Indonesia setelah Riau dan Sumatera Utara. Penguatan harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) di sepanjang tahun 2021 ini turut membawa kabar gembira terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

Baca Juga: Jika Sawit Dilarang, Dunia Akan Kehilangan Ratusan Juta Hektar Lahan

Harga TBS kelapa sawit berumur 10 – 20 tahun pada periode II April di Provinsi Kalimantan Barat yang sebesar Rp2.236,76 per kilogram mencatat harga paling tinggi sepanjang tahun 2021. 

Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Barat, Heronimus Hero mengatakan, harga TBS sawit untuk periode sebelumnya I April 2021 ditetapkan untuk usia 10-20 tahun Rp2.216.20 per kilogram dan periode II kembali naik mencapai Rp2.236,76 per kilogram.

"Harga stabil tinggi karena faktor permintaan CPO tinggi. Untuk harga CPO sendiri saat ini di Kalbar Rp9.910,08 dan periode sebelumnya Rp9.772,72”.

Lebih lanjut Hero menambahkan, selain faktor permintaan dari luar negeri, permintaan CPO dalam negeri kini juga meningkat lantaran adanya kebijakan pemerintah terkait mandatori B30.

“Penyerapan pasar untuk dalam negeri sekarang juga sudah tinggi dengan adanya kebijakan B30 oleh pemerintah. Jadi permintaan luar tinggi dan penyerapan pasar dalam negeri besar maka harga naik,” kata Hero.

Dikatakan Hero, dengan kenaikan harga TBS atau sawit secara umum tentu akan berkorelasi terhadap peningkatan pendapatan petani. Sementara itu, tingkat kesejahteraan petani di Kalimantan Barat yang diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP) oleh BPS tercatat semakin membaik.

Membaiknya NTP tersebur tidak terlepas dari naiknya harga komoditas unggulan Kalimantan Barat terutama kelapa sawit. NTP Kalimantan Barat periode April 2021 sebesar 122,80 poin naik 1,65 persen secara m-o-m, yang sebesar 120,82 poin. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani naik 1,93 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,28 persen.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini