OJK Beberkan Bukti Kredit Perbankan Mulai Pulih dan Tumbuh Positif

OJK Beberkan Bukti Kredit Perbankan Mulai Pulih dan Tumbuh Positif Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf

Perlahan namun pasti, fungsi intermediasi perbankan di kuartal I 2021 mulai mengalami perbaikan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan pertumbuhan kredit pada triwulan I 2021 tercatat -3,77% secara tahunan (YoY), disebabkan base effect yang tinggi pada periode yang sama tahun sebelumnya sehingga ini pembandingnya tinggi.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan bila dilihat secara bulanan sudah tumbuh 1,43 persen (mtm) dengan penyaluran kredit mencapai Rp77,3 triliun. Bahkan dari awal tahun hingga Maret 2021 atau secara year-to-date pertumbuhan kredit pun sudah positif 0,27 persen.

"Terus terang saja pertumbuhan kredit didukung oleh bank persero dan BPD. bank persero sudah tumbuh positif, 0,9%. Kalau BPD tumbuhnya lebih tinggi lagi 5,6%. Sedangkan untuk bank swasta nasional dan bank asing masih turun, masih negatif," ujar Wimboh dalam acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, awal pekan ini.

Adapun kredit bulan Maret 2021 yang mulai tumbuh sebesar 1,43% (mtm) terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Korporasi untuk membiayai Modal Kerja. Kredit korporasi yang terkontrasi cukup dalam mencapai 6,94% (yoy), namuntelah menunjukkan respon positif di Maret 2021 dengan tumbuh 2,43%.

Baca Juga: Kabar Gembira! OJK Bakal Kaji Penghapusan Kredit Macet UMKM di Perbankan

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Tembus Hampir Rp1.000 Triliun, Bagaimana Kesehatan Bank?

"KMK turun sebesar 5,06% (yoy) dipengaruhi oleh pelunasan kredit olehkorporasi. Namun pada Maret 2021, Kredit Produktif (KMK dan KI) telah menunjukkanpeningkatan," cetusnya.

Di sisi lain, bila dilihat secara sektoral, dua sektor ekonomi dengan porsi kredit terbesar telah menunjukkan kenaikan. Di sektor Perdagangan Besar dan Eceran (porsi 17,06%) yang terkontraksi-5,88% yoy, namun kini telah tumbuh 1,77% mtm. Subsektor utama yang tumbuh secara mtm adalah makanan minuman & tembakau (2,1% mtm) dan hasil pertanian lainnya (5,1% mtm).

kemudian di Sektor Industri Pengolahan (porsi 16,26%) yang terkontraksi -7,07% yoy, kini telah tumbuh 2,53% mtm. Subsektor yang tumbuh secara mtm adalah Industri Minyak Goreng dari KelapaSawit Mentah (15,2% mtm) dan Industri Kimia Dasar (17,4% mtm).

Sementara itu, Risiko kredit Non-performing Loan (NPL) gross membaik menjadi 3,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, Non-performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan juga membaik ke level 3,74 persen.

Kondisi permodalan perbankan pun masih kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 24,18 persen, gearing ratio industri pembiayaan di level 2,03 kali, serta Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing jauh di atas threshold.

Kecukupan likuiditas perbankan juga terjaga tercermin dari AL/NCD dan AL/DPK per 21 April 2021, sebesar masing-masing 162,69 persen dan 35,17 persen yang berada di atas threshold. Dana Pihak Ketiga (DPK) masih menunjukkan pertumbuhan tinggi sebesar 9,50 persen (yoy).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini