Ketua ASEAN Ikut Diskusi Kelompok G7, Ini Poin-poin Pembahasan Utamanya

Ketua ASEAN Ikut Diskusi Kelompok G7, Ini Poin-poin Pembahasan Utamanya Kredit Foto: Reuters/Stefan Rousseau

Untuk pertama kalinya, ASEAN diundang mengikuti pertemuan negara-negara G7 yang terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

Undangan yang ditujukan untuk ASEAN dan India ini menunjukkan bagaimana Inggris berusaha memperdalam hubungan dengan kawasan Indo-Pasifik, dan memperlihatkan betapa pentingnya kawasan tersebut dalam mereformasi dan menjaga tatanan internasional. Agar masyarakat terbuka, dan ekonomi bisa berkembang.

Baca Juga: Delegasi G7 Panik Bukan Main! Ada Kabar Perwakilan India Positif Corona...

Para menteri dalam pertemuan tersebut membahas penanganan berbagai ancaman global baru, membela demokrasi, melindungi hak asasi manusia, aksi iklim yang berani, dan membangun kembali lebih baik dari pandemi.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab berupaya menetapkan target ambisius pada pembiayaan iklim dan pendidikan bagi anak perempuan, pendekatan terkoordinasi untuk memperkuat kesehatan global, serta langkah-langkah baru untuk mencegah kelaparan.

Selain itu, pertemuan juga membahas hubungan dengan Rusia, China, dan Iran, serta krisis di Myanmar, kekerasan di Ethiopia, dan perang yang sedang berlangsung di Suriah semuanya akan dibahas.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan, kepresidenan Inggris di G7 merupakan kesempatan untuk menyatukan masyarakat yang terbuka dan demokratis. Serta menunjukkan persatuan pada saat yang sangat dibutuhkan, untuk mengatasi tantangan bersama dan meningkatnya ancaman.

“Kami akan mengambil tindakan untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin di seluruh dunia, menetapkan target pendidikan bagi anak perempuan di tingkat global, menyetujui tindakan ambisius terhadap perubahan iklim, dan mengembangkan tindakan baru untuk mencegah kelaparan," kata Raab.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini