Elektabilitas Demokrat Moncer, Mas Ketum AHY Masuk Empat Besar Kandidat Capres, Efek Kudeta?

Elektabilitas Demokrat Moncer, Mas Ketum AHY Masuk Empat Besar Kandidat Capres, Efek Kudeta? Kredit Foto: Instagram/agusyudhoyono

Hasil survei Lembaga Pendidikan, Penelitian, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang menempatkan elektabilitas Partai Demokrat pada urutan kedua setelah PDIP dan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada empat besar kandidat calon presiden (capres), mengkonfirmasi tren kenaikan elektabilitas, yang sebelumnya diumumkan lembaga survei Indikator dan Balitbang Kompas.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo, saat dimintai tanggapannya atas rilis survei LP3ES.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Masih Capres yang Terkuat, Presiden 3 Periode Tak Melanggar Demokrasi

Hasil survei Indikator diumumkan pada Selasa (4/5). Kemudian, asil survei Balitbang Kompas dipublikasikan selama dua hari berturut-turut pada Selasa dan Rabu (5/5). Sementara LP3ES mengumumkan hasil surveinya pada Rabu (5/5).

"Ini kebetulan yang menyenangkan, tiga lembaga survei yang sama-sama kita kenal kredibilitasnya mengumumkan tren kenaikan elektabilitas yang konsisten bagi Partai Demokrat maupun Ketum AHY," ujar Tomi, Rabu (5/5).

"Ini tidak lepas dari rajinnya Ketum AHY untuk berkeliling ke daerah-daerah, termasuk safari Ramadan ke lima provinsi pada akhir April lalu," imbuhnya.

Tomi menyoroti salah satu hasil survei LP3ES yang menunjukkan pentingnya sering berdialog dengan masyarakat (26 persen) dan sering berkumpul dengan masyarakat (21 persen) sebagai faktor-faktor yang dianggap sebagai ciri politisi yang dekat dengan rakyat.

"Sebagai tokoh politik yang bukan pejabat publik, Ketum AHY punya keleluasaan yang unik untuk berkeliling ke berbagai daerah. Para kandidat capres yang sekarang memegang jabatan publik, tidak bisa seleluasa ini," beber Tomi.

Kemudian, sebagai ketum parpol yang paling muda di antara ketum parpol-parpol yang ada di Senayan, AHY punya stamina untuk terus bergerak di lapangan. "Dia mendatangi rakyat, bukan menunggu didatangi rakyat," tuturnya.

Meski begitu, Tomi mengingatkan, angka-angka elektabilitas ini tidak boleh membuat pengurus dan kader Demokrat jadi terlena. "Jangan berpuas diri. Kerja keras kita belum usai. Tugas pengabdian masih panjang. Tugas kita untuk selalu memperjuangkan harapan rakyat," tandas Tomi. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini