Dukung Prestasi Basket Indonesia, Bank Mandiri Siap Sukseskan FIBA Asian Cup 2021 dan IBL Fase-2

Dukung Prestasi Basket Indonesia, Bank Mandiri Siap Sukseskan FIBA Asian Cup 2021 dan IBL Fase-2 Kredit Foto: Bank Mandiri

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya pada upaya membangun kejayaan Indonesia melalui prestasi Olahraga. Kali ini, Bank Mandiri menandatangani nota kesepahaman atau MoU terkait dukungan perseroan kepada penyelenggaraan kejuaraan bola basket kontinental bertajuk FIBA Asian Cup pada 16-28 Agustus 2021 mendatang.

Penandatanganan MoU sendiri dilakukan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Ketua Umum PP PERBASI Danny Kosasih serta disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, di CGV FX Senayan, Jakarta, Rabu (5/5).

Baca Juga: Cegah Lonjakan Transaksi Uang Tunai Pas Lebaran, Mandiri Langsung Ngebut Garap Ini..

Dalam MoU ini, Bank Mandiri akan menyalurkan bantuan finansial yang dibutuhkan PERBASI untuk mempersiapkan timnas Indonesia yang akan berlaga di ajang kompetisi olahraga internasional pertama yang diselenggarakan Indonesia di masa pandemi. Tak hanya itu, Bank Mandiri juga akan membantu pendanaan guna mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan, termasuk sebagian venue agar memenuhi standar protokol kesehatan

Menurut Darmawan Junaidi, pihaknya berharap dukungan ini dapat membawa tim Garuda meraih prestasi yang lebih baik dari raihan tertinggi di ajang ini, yaitu peringkat 4 pada Asian Cup tahun 1967 di Korea Selatan.

“Dengan menjadi tuan rumah, kami percaya timnas Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk meraih prestasi terbaik di ajang empat tahunan ini. Apalagi, skill para pemain timnas Indonesia juga sudah ditempa dalam kompetisi di level klub yang sangat ketat. Semoga dukungan ini bisa memberikan semangat moril kepada para pemain Tim Garuda,” kata Darmawan.

Dia menambahkan, dukungan ini juga menjadi realisasi keinginan Bank Mandiri sebagai salah satu perusahaan BUMN untuk ikut mengakselerasi kebangkitan prestasi olahraga nasional di tingkat internasional.

“Salah satu bukti nyata dukungan ini adalah melalui penerbitan kartu Mandiri e-money edisi khusus timnas Bola Basket Indonesia yang akan dapat diakses di beberapa merchant e-commerce. Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat semakin mengenalkan dan mendekatkan timnas Bola Basket Indonesia kepada masyarakat umum agar dukungan kepada timnas tetap mengalir, meski tidak dapat menyaksikan penampilan mereka secara langsung,” katanya.

Dengan status tuan rumah, lanjutnya, pihaknya juga berharap penyelenggaraan FIBA Asian Cup 2021 ini juga dapat memberikan kesan yang positif kepada timnas Bola Basket negara lain yang hadir sehingga Indonesia juga dapat mengukir kesuksesan sebagai host terbaik, tidak hanya prestasi terbaik

Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri tidak hanya memberikan dukungan kepada pelaksanaan FIBA Asian Cup 2021, namun juga penyelenggaraan Indonesian Basketball League (IBL) fase 2 yang akan bergulir pada 23 Mei – 6 Juni 2021 di Jakarta.

Kompetisi IBL sendiri telah menyelesaikan fase pertama yakni seri 1-4 pada 10 April lalu di Bogor. Diikuti oleh 12 klub basket professional, kompetisi IBL fase pertama dianggap menjadi contoh penyelenggaran event olahraga yang mampu menerapkan protokol kesehatan dengan sangat baik, namun tetap bisa menghibur masyarakat.

“Menyusul keberhasilan fase pertama kompetisi IBL lalu, kami juga berharap dukungan ini dapat mempertahankan kualitas penyelenggaraan kompetisi IBL fase kedua serta dapat menghasilkan klub dan pebasket terbaik yang dapat membanggakan Indonesia,” katanya. 

Untuk itu, sama sepert dukungan kepada timnas, Bank Mandiri juga merilis kartu Mandiri e-money edisi khusus logo 12 klub peserta IBL 2021.  Nantinya, kartu e-money edisi klub IBL ini juga akan diserahkan secara simbolis kepada klub peserta IBL. 

“Dan sebagai dukungan kepada olahraga Bola Basket nasional, kami juga memberikan komitmen kepada Perbasi terkait bantuan renovasi lapangan basket atau court makeover di beberapa wilayah Jabodetabek untuk membangkitkan antusiasme dan semangat pecinta olahraga bola basket,” pungkas Darmawan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini