Kisah Orang Terkaya: Rodolphe Saadé, Pemilik Pelayaran Logistik Terbesar di Dunia

Kisah Orang Terkaya: Rodolphe Saadé, Pemilik Pelayaran Logistik Terbesar di Dunia Kredit Foto: BENOIT TESSIER/REUTERS

Salah satu orang terkaya di dunia, Rodolphe Saadé ialah ketua dan CEO CMA CGM Group, raksasa pelayaran logistik berdarah Perancis-Lebanon. Pria kelahiran 3 Maret 1970 ini adalah putra dari Jacques Saadé. Ibunya, Naila Saadé, berasal dari Lebanon yang lahir di Beirut dan merupakan saudara perempuan dari Farid Salem, salah satu pendiri CMA CGM.

Setelah belajar bisnis di Universitas Concordia di Montreal, dia memulai perusahaan pendingin air sendiri di Lebanon, Dynamic Concept. Sebagai presiden dan CEO perusahaan distribusi ini, dia memperoleh pengalaman pertama dalam perdagangan internasional di Lebanon dan Suriah.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Evan Spiegel, Pendiri Snapchat yang Lahir dari 'Sendok Emas'

Karene berbekal pengalaman itulah, Rodolphe memanfaatkan pengalamannya dengan baik dengan bekerja untuk CMA CGM Group yang dipimpin oleh ayahnya. Rodolphe bergabung pada tahun 1994. Saat baru bergabung, ia langsung memegang posisi di New York dan Hong Kong, kemudian kembali ke kantor pusat Grup di Marseille, dia pun mengambil tanggung jawab yang semakin penting antara tahun 1997 dan 2004.

Dari tahun 1997 hingga 2000, Rodolphe Saadé secara berturut-turut menjabat sebagai Direktur Amerika Serikat - Mediterania - Timur Jauh - Eropa Utara dan Timur Jauh - Eropa Utara - Pantai Barat AS.

Pada tahun 2000, dia diangkat sebagai Direktur jalur Transatlantik dan Transpacific dan menjadi Wakil Presiden pada tahun 2002. Pada tahun 2004, Rodolphe Saadé menjadi Manajer Umum dan bertanggung jawab untuk mengembangkan jalur reguler Poros Utara-Selatan ke Amerika Utara, Amerika Tengah, Karibia, Afrika Selatan dan Barat, Australia, dan Samudra Hindia.

Setelah pengambilalihan Delmas oleh CMA-CGM pada tahun 2005, Rodolphe Saadé memimpin pengembangan jalur Delmas di Afrika Barat, Timur dan Tengah serta Samudra Hindia pada 2006, dan akan menjadikannya sebagai operator maritim yang efisien dan menguntungkan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini