Startup Fintech CFG Kantongi Pendanaan Seri C dari MDI Venture Telkom

Startup Fintech CFG Kantongi Pendanaan Seri C dari MDI Venture Telkom Kredit Foto: Cermati

Cermati Fintech Group (CFG) telah menerima pendanaan Seri C yang dipimpin oleh MDI Venture (MDI), perusahaan modal ventura yang didukung oleh Telkom Indonesia, dengan partisipasi dari Centauri Fund (Centauri) MDI-KB dan pemegang saham Grup Djarum melalui Central Capital Ventura (CCV).

Perusahaan enggan menyebut angka pendanaan yang diterima. Perusahaan menyebut akan menggunakan dana tambahan untuk memperluas tim, meningkatkan penawaran produk, lebih mengembangkan teknologi, memperkuat kemitraan dan distribusi produknya.

Baca Juga: Social Bella Raih Pendanaan Rp818 Miliar dari L Catterton untuk Perluas Ekosistem Kecantikan

"Kami sangat senang dapat bermitra dengan MDI yang membawa keahlian mendalam dalam membangun perusahaan digital skala dunia. Kami berharap dapat memanfaatkan jaringan MDI yang kuat di seluruh aset Telkom, Telkomsel, dan Badan Usaha Milik Negara untuk meningkatkan kapabilitas produk dan aset kami," kata Andhy Koesnandar, CEO dan CoFounder Cermati dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/5/2021).

Dengan adopsi digital yang berjalan makin cepat, konsumen Indonesia khususnya masyarakat yang tidak memiliki rekening bank (populasi bankable yang memiliki eksposur terbatas terhadap sistem keuangan keseluruan), bisa mendapatkan alternatif untuk mengakses produk keuangan secara digital. Hal ini menjadi sangat penting mengingat meningkatnya penggunaan internet oleh konsumen, terutama di bidang e-commerce, pengiriman makanan, game seluler, VoD, dan lain lain.

Inisiatif pembiayaan konsumen digital dioperasikan di bawah merek Indodana dan asuransi digital dioperasikan di bawah merek Cermati Protect. Keduanya terdaftar dan berizin oleh OJK.

"Kami membangun teknologi yang memungkinkan mitra ekosistem kami untuk menawarkan layanan keuangan. Kami percaya bahwa dengan menanamkan layanan keuangan dalam skenario sehari-hari membuat produk keuangan lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang Indonesia," kata Carlo Gandasubrata, CCO dan CoFounder Cermati.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini