Pakar Genetika IPB University Ingatkan Agar Berhati-hati Soal Fenomena Penularan Covid-19 ke Hewan

Pakar Genetika IPB University Ingatkan Agar Berhati-hati Soal Fenomena Penularan Covid-19 ke Hewan Kredit Foto: Antara/Septianda Perdana

Pertanyaan terbesar yang muncul adalah apakah perlu dikembangkan vaksin khusus untuk hewan agar rantai penularan ini tidak semakin panjang dan dapat segera diputus?

Kekhawatiran akan terjadi penularan kembali dari hewan ke manusia dengan virus yang telah mengalami mutasi memunculkan pemikiran diperlukannya vaksin COVIDd-19 khusus untuk hewan.

Hal ini menurutnya diperlukan tidak saja untuk memutus rantai penularan antar manusia ke hewan dan antara hewan, namun juga mengantisipasi penularan balik dari hewan ke manusia. Perlu diketahui bahwa virus yang telah mengalami mutasi pada hewan jika menular kembali pada manusia diperkirakan daya tularnya akan lebih cepat dan lebih berbahaya.

“Rusia tercatat sebagai negeri pertama di dunia yang berhasil mengembangkan dan memproduksi vaksin COVID-19 khusus untuk hewan dan telah disetujui penggunaannya bulan ini. Vaksin yang diproduksi Rusia ini dinamakan Carnivak-Cov yang dapat digunakan pada anjing, kucing, mink, rubah serta hewan lainnya,” tuturnya.

Hasil uji klinis vaksin ini telah dilakukan pada bulan Oktober tahun lalu dan menghasilkan antibodi 100 persen pada semua hewan yang divaksin. Jenis vaksin khusus untuk hewan juga telah dikembangkan oleh perusahaan farmasi Amerika, Zoetis, sejak tahun lalu. Vaksin yang dihasilkan dinilai aman dan efektif pada kucing dan anjing. Vaksin ini juga telah diujicobakan pada gorilla.

Hasil ujicoba pada Orangutan dan Bonobo tidak menimbulkan reaksi negatif dan akan segera diuji antibodinya. Dengan adanya penularan dan penyebaran COVID-19 pada hewan ini ke depan diperkirakan disamping pengembangan vaksin untuk manusia juga akan dikembangkan secara luas vaksin khusus untuk hewan.

Apa yang harus kita lakukan?  “Sebagaimana yang terjadi kasus pada manusia, sambil menunggu pengembangan vaksin khusus untuk hewan, maka protokol kesehatan juga harus diterapkan jika kita berdekatan dengan hewan. Hal tersebut diperlukan untuk mengurangi penularan baik dari manusia hewan peliharaan dan hewan liar ataupun penularan sebaliknya dari hewan ke manusia,” terangnya.

Apabila situasinya memungkinkan, anjing peliharaan dapat saja diberi kesempatan untuk keluar ke taman rumah.  “Jika kita memiliki anjing yang sudah terbiasa keluar rumah dan perlu diajak jalan-jalan di sekitar rumah, maka sebaiknya agar tidak terlalu banyak keluar rumah. Jika keluar rumag, maka waktunya disesuaikan dengan jadwal olahraga kita dengan tetap menjaga jarak dengan orang lain sesuai dengan protokol kesehatan yaitu minimal dua meter,” imbuhnya.

Namun sebaliknya untuk kucing, sebaiknya dikurung di dalam ruangan saja. Sesekali jika memiliki kesempatan kucing dapat keluar rumah sebentar dan usahakan kucing kita tidak berinteraksi dengan kucing lainnya.

“Di samping itu kita juga harus secara rutin membersihkan tempat makanan dan minuman setiap hari, demikian juga dengan tempat kotorannya. Saat membersihkan peralatan ini gunakan masker dan cuci tangan dengan menggunakan sabun yang mengandung disinfektan setelah selesai mencuci. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah jika kita sedang sakit lakukan pembatasan kontak dengan hewan peliharaan kita,” tambahnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini