Negara-negara Eropa Tekan Israel untuk Setop Pembangunan Permukiman Yahudi

Negara-negara Eropa Tekan Israel untuk Setop Pembangunan Permukiman Yahudi Kredit Foto: Antara/REUTERS/Amir Cohen

Pemerintah Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris pada Kamis mendesak Israel untuk membatalkan keputusannya untuk memajukan pembangunan permukiman Yahudi di kawasan Har Homa E.

Pernyataan bersama tersebut meminta pemerintah Israel untuk membatalkan keputusannya memajukan pembangunan 540 unit permukiman di daerah Har Homa E di Tepi Barat yang diduduki, dan untuk menghentikan kebijakan perluasan permukiman di seluruh wilayah Palestina.

Baca Juga: Parpol Paling Berkuasa di Turki Bicara Soal Aneksasi Israel di Palestina

"Permukiman itu ilegal menurut hukum internasional serta mengancam prospek penyelesaian damai untuk konflik Israel-Palestina," bunyi pernyataan itu.

Jika diterapkan, kata pernyataan itu, "keputusan untuk memajukan permukiman di Har Homa, antara Yerusalem Timur dan Betlehem, akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada prospek Negara Palestina yang layak, di mana Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan Negara Palestina.

“Langkah ini, bersamaan dengan kemajuan pembangunan permukiman di Givat HaMatos dan penggusuran yang terus berlanjut di Yerusalem Timur, termasuk di Sheikh Jarrah, juga merusak upaya untuk membangun kembali kepercayaan antara para pihak, menyusul dimulainya kembali kerja sama Israel-Palestina yang positif.

"Kami menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dari tindakan sepihak dan melanjutkan dialog yang kredibel dan bermakna, untuk memajukan upaya solusi dua negara dan mengakhiri konflik," kata pernyataan itu juga.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini