Manfaat Inklusif Kelapa Sawit di Tanah Papua

Manfaat Inklusif Kelapa Sawit di Tanah Papua Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Papua memiliki hutan dengan luas sekitar 32 juta hektare. Namun, masyarakat Papua belum menikmati manfaat ekonomi dari luasan hutan yang begitu besar. Oleh karena itu, perlu dicari dan dikembangkan kegiatan ekonomi yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat Papua, tetapi sesuai dengan kondisi masyarakatnya.

Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat, terbukti secara empiris memberikan manfaat ekonomi sosial yang inklusif. Tidak hanya dirasakan pelaku langsung, manfaat tersebut juga dirasakan oleh masyarakat umum.

Baca Juga: Cegah Kampanye Negatif Ketenagakerjaan Sawit Lewat Beleid Ini

"Apalagi jika kita lihat kondisi di Papua saat ini, di mana luas lahan kritis mencapai sekitar 5 juta hektare yang salah satu faktor penyebabnya karena aktivitas illegal logging," seperti dilansir dari laman Palm Oil Indonesia.

Direktur Eksekutif PASPI Monitor, Dr. Tungkot Sipayung, memaparkan beberapa manfaat kehadiran perkebunan kelapa sawit di Papua. Pertama, restorasi degraded land di Papua sangat penting agar tidak menjadi lahan terlantar dan semak belukar. Kedua, perkebunan sawit dapat berperan sebagai paru-paru ekosistem bagi Papua hingga Indonesia dan dunia.

Ketiga, keberadaan perkebunan kelapa sawit di Papua dapat meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Keempat, meningkatkan pembangunan pedesaan. Kelima, memperbaiki ketimpangan pendapatan masyarakat Papua.

Kepala Dinas Penanganan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Merauke, Justina E. Sianturi, mengatakan bahwa di Kabupaten Merauke terdapat tujuh perusahaan sawit serta lima pabrik pengolahan CPO. Hadirnya industri sawit telah meningkatkan pergerakan ekonomi di Kabupaten Merauke yang dapat dilihat dari realisasi penanaman modal tahun 2019–2020 yang mencapai lebih dari Rp7 triliun.

Selain itu, industri sawit di Kabupaten Merauke juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja asli Papua sebanyak 2.474 orang sehingga pendapatan masyarakat Papua menjadi lebih baik.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini