Populix Raih Pendanaan Seri A US$1,2 Juta

Populix Raih Pendanaan Seri A US$1,2 Juta Kredit Foto: Unsplash/Viascheslav Bublyk

Perusahaan rintisan penyedia analisis data dan riset daring, Populix mengumumkan meraih pendanaan seri A senilai US$1,2 juta atau setara Rp17,2 miliar. Seri pendanaan ini dipimpin oleh Intudo Ventures dengan menggandeng Quest Ventures dan diikuti oleh sejumlah investor lain.

Menurut COO Populix, Eileen Kamtawijoyo, dana tersebut akan dipakai untuk pengembangan bisnis Populix yang kian hari kian membesar.

Baca Juga: Startup Fintech CFG Kantongi Pendanaan Seri C dari MDI Venture Telkom

"Pendanaan tersebut akan meng-cover seluruh keperluan riset, meluncurkan produk baru, memperluas akselerasi pasar dan marketing, serta merekrut SDM berkualitas," kata Eileen beberapa waktu lalu.

Sejak didirikan pada Januari 2018 silam, Populix telah membantu para pelaku bisnis dan peneliti lewat pemanfaatan teknologi yang akurat serta feedback real-time. Kini, lewat pelebaran bidang usaha bersama dengan sejumlah perusahaan multinational dan konglomerasi di Indonesia, Populix menghadirkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Produk tersebut adalah Paket Hemat Populix (PHP).

PHP kerap menjadi acuan pelaku bisnis yang membutuhkan survei dan riset dengan harga yang murah. Dimulai dengan harga Rp2,9 jutaan, pengguna jasa survei dan riset sudah bisa mendapatkan hasil berikut faktor-faktor perubahan dari segmen pasar yang disasar.

"PHP dibuat dan ditujukan untuk membantu Small Medium Enterprise untuk dapat melakukan usahannya dengan lebih baik dan efektif," tambahnya.

Kelebihan lain dari PHP, sambung Eileen, pengguna bisa mendapatkan studi hanya dalam 3 hari. Hasil studi tersebut termasuk cepat bila dibandingkan platform riset serupa yang ada di Indonesia.

Selain itu, PHP memberi kesempatan lebih luas kepada segmen menengah ke bawah seperti para pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, maupun pelaku usaha lainnya yang membutuhkan riset akurat tanpa menguras kantong.

"PHP dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi yang akan menampilkan insight dalam bentuk hasil dari market research melalui advanced analytics dashboard," pungkasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini