WN Asal China Kok Boleh Masuk, Sementara Warga Dilarang Mudik? Begini Jawaban Pemerintah...

WN Asal China Kok Boleh Masuk, Sementara Warga Dilarang Mudik? Begini Jawaban Pemerintah... Kredit Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Pemerintah angkat suara soal kedatangan warga negara asing asal China yang masuk ke Indonesia di tengah larangan mudik buat warga negara Indonesia (WNI) sendiri.

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting menyatakan kedatangan WN China itu hanya untuk kepentingan bekerja di proyek strategis nasional.

"Kedatangan para WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk tujuan esensial, seperti bekerja di proyek strategis nasional, objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut," kata Jhoni di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Pakai Vaksin China Tanpa Persetujuan, Rodrigo Duterte Minta Maaf ke Rakyat

Hingga saat ini, larangan masih berlaku untuk WNA yang ingin berkunjung ke Tanah Air dengan tujuan wisata. Pemerintah juga telah menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan serta visa on arrival (VoA) sejak awal Maret 2020 untuk mencegah lonjakan penyebaran Covid-19.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh WNA asal Cina yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta sudah memenuhi aturan keimigrasian dan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19.

"Penanganan setiap WNA yang datang ke Indonesia telah mengikuti aturan Satuan Tugas Penanganan Covid-19," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat Video yang tersebar bahwa didapati adanya puluhan warga China di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa 4 Mei sore. Dalam video tersebut nampak setibanya di bandara warga China langsung dijemput menggunakan bus.

Kedatangan warga China ini pun menimbulkan polemik dan perbicangan di masyarakat. Sebab, Pemerintah tengah gencar melarang warga Indonesia untuk mudik. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Dubes China Bicara Soal Myanmar: Sekarang Kita Harus Benar-benar

Adapun, pemerintah Indonesia telah resmi melarang mudik termasuk mudik lokal di kawasan aglomerasi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini