Mudik Dilarang Tapi WNA China Boleh Masuk, Ahmad Sahroni: Gak Mungkin Kalau Tanpa....

Mudik Dilarang Tapi WNA China Boleh Masuk, Ahmad Sahroni: Gak Mungkin Kalau Tanpa.... Kredit Foto: Instagram/Ahmad Sahroni

Kabar masuknya 85 orang warga negara asing (WNA) asal China ke Indonesia pada 4 Mei lalu dibenarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Mereka masuk ke Indonesia sebagai tenaga kerja asing (WNA) dan dengan menggunakan pesawat carter China Southern Airlines. Masuknya WN China tersebut kemudian menuai pro dan kontra, mengingat pemerintah justru tengah melakukan upaya pengetatan demi menekan angka Covid-19Baca Juga: Rombongan WNA China Terobos Indonesia, Imigrasi: Mereka yang Datang Itu Udah....

Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III asal Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, menyampaikan pandangannya. Menurut Sahroni, Dirjen Imigrasi tidak sembarangan dalam mengizinkan WNA masuk ke Indonesia. Baca Juga: Masyarakat Diharap Pahami Aturan Pelarangan Mudik saat Pandemi Covid-19

“Imigrasi tidak mungkin mengizinkan WNA masuk ke Indonesia tanpa melalui prosedur yang sesuai. Mereka yang berhasil masuk ke Indonesia ya sudah pasti lolos pemeriksaan, dan kalau memang tidak lolos, kan ada berbagai prosedur penanganannya, seperti diisolasi mandiri dulu, dll. Jadi menurut saya dalam hal ini, imigrasi sudah menjalankan tugas sesuai prosedur,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021).

Sahroni juga menyebutkan ke 85 WNA asal China itu datang ke Indonesia mempunyai tujuan esensial, yakni untuk bekerja. Karenanya, memang sudah sewajarnya mereka bisa masuk ke Indonesia dengan melalui prosedur yang ketat.

“Seperti yang sudah diinfokan, WNA tersebut datang bukan mengunakan visa pariwisata. Mereka datang dengan memiliki tujuan esensial yaitu bekerja di proyek strategis nasional kita. Jadi semuanya sudah sesuai aturan. Secara prosedur dan tujuan kedatangan jelas” demikian Sahroni.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini