1 Juta Pemudik Kemungkinan 'Bocor' Masuk Jateng, Ganjar Pasang Sinyal Siaga!

1 Juta Pemudik Kemungkinan 'Bocor' Masuk Jateng, Ganjar Pasang Sinyal Siaga! Kredit Foto: Perpustakaan Nasional

Kebocoran pemudik yang masuk ke wilayah Jateng, diprediksi mencapai satu juta orang lebih. Kondisi ini membuat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta seluruh Bupati dan Wali Kota siaga.

Saat mengecek pintu penyekatan pemudik di Terminal Tegal, Minggu (9/5/2021). Ganjar meminta Bupati dan Wali Kota menggerakkan seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk melakukan testing sampai tingkat bawah.

Baca Juga: Ciee, Ganjar Gak Jadi Maju Pilpres 2024, Peluang Duet Anies-AHY Makin Besar, Nih!

"Soalnya pemudik masih nekat berdatangan. Ada dua catatan yang masuk, dari aplikasi Jogo Tonggo mencatat baru 6-8 persen yang melaporkan, angkanya sekitar 10.000 pemudik . Tapi catatan dari Perhubungan dari asumsi-asumsi angkutan yang masuk, sudah ada 632.000 pemudik," kata Ganjar.

Melihat kondisi itu, Ganjar memprediksikan para pemudik yang nekat pulang akan sama seperti tahun lalu. Kira-kira lanjut dia, ada sekitar sejuta pemudik . "Saya mempertimbangkan kira-kira yang akan masuk ke Jateng segitu. Maka saya mintakan agar ada pengetesan-pengetesan di level yang paling bawah," tegasnya.

Meski begitu, Ganjar berharap masyarakat taat untuk tidak mudik . Ia mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat yang dengan sadar menunda kepulangan. "Saya tadi perjalanan dari Semarang, ke Tegal, melihat sepanjang perjalanan cukup sepi. Saya terimakasih karena masyarakat taat menunda mudik dan saya berharap kondisi ini bertahan sampai tanggal 17 nanti," terangnya.

Semua yang nekat mudik dan lolos lanjut Ganjar, wajib dicek oleh Jogo Tonggo. RT, RW, Lurah diminta proaktif melakukan pengecekan. "Di Banyumas bagus, semua yang datang diisolasi selama lima hari. Meskipun tidak semua daerah melakukan, tapi saya minta ada tindakan. Bahkan ada yang unik, salah satu pemudik terpaksa diisolasi karena dilaporkan istrinya sendiri," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini