Soal Polemik Bipang, Roy Suryo Ajak Sudahi Saja: Ini Bulan Baik, Presiden Juga Manusia

Soal Polemik Bipang, Roy Suryo Ajak Sudahi Saja: Ini Bulan Baik, Presiden Juga Manusia Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo ikut menyoroti tentang polemik makanan babi panggang (bipang) ambawang yang belakangan ini viral di media sosial.

Makanan khas Kalimantan, bipang menjadi perbincangan luas setelah video pernyataan Presiden Joko Widodo yang mempromosikan kuliner khas daerah untuk oleh-oleh mudik yang bisa dipesan secara online menjadi viral.

Roy mengajak masalah ini disudahi saja. Apalagi saat ini sedang bulan Ramadhan. Roy juga mengajak untuk memaafkan presiden yang hanya membaca teks yang sudah disiapkan.

Baca Juga: Bipang Makin Viral, Fadli Zon Jadi Teringat Ucapan Orang Dekat Soeharto: Kasihan Dong Presiden

Meski demikian, pria yang dikenal sebagai pakar telematika ini meminta agar peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi tim Istana.

"Viral statemen Pidato (yang diunggah resmi Akun KemenDag 05/05/21) ini karena ada jelas kata 'Bipang (babi panggang) Ambawang'. Sudahlah, ini bulan baik, Maafkan saja Presiden yg juga manusia biasa karena hanya membaca teks yang sudah disiapkan.Tapi ini harus jadi Evaluasi Tim Istana," kata Roy seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2, Sabtu 8 Mei 2021.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta maaf dan menyebut polemik ini terjadi akibat kesalahpahaman. Dikatakannya, tidak ada maksud apa pun terkait video yang telah viral tersebut.

Dia menegaskan niat awal dari acara tersebut adalah untuk mempromosikan dan mengajak masyarakat bangga pada produk lokal.

“Kami Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku penanggung jawab dari acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan bapak presiden. Kami mohon maaf sebesarnya jika terjadi kesalahpahaman,” tuturnya dikutip dari video youtube Kementerian Perdagangan, Sabtu 8 Mei 2021.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini