Divestasi Aset Bakal Jadi Pendongkrak Keuntungan PTPP, Harga Saham Bakal Meningkat Sampai . . .

Divestasi Aset Bakal Jadi Pendongkrak Keuntungan PTPP, Harga Saham Bakal Meningkat Sampai . . . Kredit Foto: PTPP

Divestasi aset yang tengah dijalankan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dinilai akan menjadi faktor utama pendongkrak keuntungan pada tahun 2021. Saat ini PTPP meemang tengah memproses divestasi ruas tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi, kemudian tol Pandaan - Malang, danpelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara.

“Kami memperkirakan divestasi sejumlah aset ini bisa berkontribusi senilai Rp 800 miliar terhadap laba bersih perseroan tahun ini. Namun di pihak lain, perseroan akan kehilangan potensi keuntungan dari pendapatan berulang tersebut,” kata Analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani, dalam risetnya.

Selvi menyatakan pada tahun 2020 PTPP berhasilan menjaga marjin operasional dan laba kotor tetap stabil di tengah pandemi Covid-19, meskipun realisasi laba bersih turun 84,3%. “Perseroan berhasil mencetak marjin laba kotor dan marjin operasional masing-masing 13,7% dan 10% sepanjang 2020 atau hanya mengalami penurunan tipis dari realisasi tahun sebelumnya,” jelas dia.

Baca Juga: Kinerja PTPP Diyakini Bakal Ciamik, Ini Sebabnya!

PTPP perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, menargetkan penyelesaian pembangunan dua bendungan yang termasuk dalam proyek strategis nasional(PSN) tahun ini. Kedua bendungan tersebut merupakan program pemerintah untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional

“Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PTPP dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.900. Target tersebut merefleksikan PE tahun 2021 sekitar 19,6 kali,” tutupnya.

Target tersebut juga mempertimbangkan ekonomi mulai pulih, sehingga kontrak baru diharapkan meningkat. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 595 miliar tahun 2021, dibandingkan realisasi tahun 2020 senilai Rp 129 miliar. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan bertumbuh dari Rp 15,83 triliun menjadi Rp 21,56 triliun.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini