Ungkap Jurus Jitu Gulung Moeldoko Cs, Pangeran SBY Langsung Pamer: Kuncinya...

Ungkap Jurus Jitu Gulung Moeldoko Cs, Pangeran SBY Langsung Pamer: Kuncinya... Kredit Foto: Instagram Agus Harimurti

Namun, kekinian pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah manyatakan KLB Demokrat di Deli Serdang tidak sah.

"Saya berterima kasih kepada pemerintah karena telah bersikap adil. Ini sekaligus kemenangan akal sehat dan demokrasi di tanah air," ujarnya.

Baca Juga: Disebut 'Ledek' Rezim Jokowi, Kubu Moeldoko 'Tampar' AHY Soal Demokrasi Era SBY

Baca Juga: AHY Tertampar, Moeldoko Cs Bandingkan Demokrasi Era Jokowi & SBY, sampai Bawa-bawa HTI & FPI

Sebelumnya, Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak masih melontarkan sindiran kepada Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko usai gagal melakukan kudeta terhadap dirinya bebera waktu lalu.

Ia pun mengaku memetik hikmah besar dari KLB Deli Serdang.

Menurutnya, usai peristiwa penggulingan kursi Ketum Demokorat yang dilakukan Moeldoko dkk, kader Demokrat semakin solid. 

“Saat itu kita punya musuh bersama. Ketika ada musuh dari luar, kita bersatu, tapi kita bisa melaluinya, ada hikmah besar kita tambah solid,” ujar AHY, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4/2021).  

Ia menyebut dirinya mendapat banyak dukungan penuh dari seluruh kader di tengah prahara kepengurusan partai. 

“Ada spirit yang membara untuk bisa mempertahankan kedaulatan partai,” ucapnya.

Lanjutnya, ia menganggap KLB menjadi tantangan dirinya untuk memimpin partai berlambang Mercy ini semakin terdepan.

Menurut dia, pertarungan dengan kubu Moeldoko sebagai ujian besar Partai. “Seorang pelaut yang tangguh tidak akan lahir dari laut yang tenang, tapi melalui gelombang yang keras,” tegasnya,

Diketahui sebelumnya, prahara kepengurusan Partai Demokrat masih berlanjut hingga sekarang. Kubu AHY mendaftarkan logo dan merek partai ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). 

Sementara, kubu Moeldoko menggugat keabsahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Kongres Partai Demokrat 2020.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini