Waduh! Harga Dogecoin Anjlok Usai Elon Musk Tampil di SNL

Waduh! Harga Dogecoin Anjlok Usai Elon Musk Tampil di SNL Kredit Foto: Twitter/Elon Musk

Saat miliarder Elon Musk melakukan debut di Saturday Night Live (SNL), harga Dogecoin langsung anjlok bak jatuh ke jurang. Musk yang memproklamirkan diri sebagai "Dogefather", dalam monolog di acara tersebut mengatakan dogecoin sebagai 'keramaian' dan melolong 'to the moon' yang merupkan slogan populer mata uang kripto berlogo anjing Shiba Inu itu.

Dilansir dari CNBC International di Jakarta, Senin (10/5/21) harga dogecoin mulai rebound selama drama komedi "Pembaruan Akhir Pekan", harganya 57 sen, turun sekitar 17% dari awal pertunjukan.

Baca Juga: Dibayar Rp157 T, Elon Musk Jadi CEO dengan Kompensasi Tertinggi di Dunia!

Selama aksi jual yang heboh, beberapa pengguna Robinhood mengeluh perdagangan crypto Robinhood tidak berfungsi. Perusahaan mengonfirmasi pemadaman di Twitter. Layanan pun dipulihkan dalam waktu kurang dari satu jam.

Ini bukan pertama kalinya Robinhood kehilangan volume perdagangan besar dalam dogecoin. Bulan lalu, platform perdagangan tersebut mengatakan pelanggan mengalami "kegagalan pesanan kripto sporadis" selama reli dogecoin.

"Dikenal sebagai Dogefather, Musk tidak diragukan lagi akan memiliki sketsa tentang cryptocurrency yang mungkin akan menjadi viral selama berhari-hari dan selanjutnya memotivasi pasukan pengikutnya untuk mencoba mengirim dogecoin ke bulan," tulis Edward Moya, analis pasar senior di Oanda pada 4 Mei.

Penggemar Dogecoin keluar secara massal di Twitter selama pertunjukan, dan streaming langsung di YouTube dikhususkan untuk menonton SNL sambil melacak pergerakan dogecoin pada saat yang sama.

Bersamaan dengan itu, saingan mobil listrik Tesla memutuskan untuk memanfaatkan penggemar Musk dengan mengulur waktu siaran. Lucid, Ford dan Volkswagen semuanya memasang iklan.

Musk menyebutkan satu saingan malam ini. "Saya bisa mengatakan sesuatu yang benar-benar mengejutkan, seperti saya mengendarai Prius." ujarnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini