Dampak Kudeta Junta Makin Jelas, Setengah Populasi Myanmar Diramalkan Jatuh Miskin

Dampak Kudeta Junta Makin Jelas, Setengah Populasi Myanmar Diramalkan Jatuh Miskin Kredit Foto: Reuters/Stringer

Dampak ganda pandemi Covid-19 dan krisis politik pasca kudeta militer di Myanmar berdampak sangat besar pada masyarakat di negara itu. Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menyebut, hampir setengah populasi, atau sebanyak 25 juta orang warga Myanmar bisa jatuh miskin pada tahun 2022.

UNDP, dalam laporan yang dirilis pada akhir April, mengatakan, bahwa efek dari krisis tersebut dapat mendorong jutaan lebih banyak orang ke dalam kemiskinan.

Baca Juga: Awas, Uni Eropa Mulai Ambil Sikap terhadap Kondisi ASEAN dan Myanmar

"COVID-19 dan krisis politik yang sedang berlangsung menambah guncangan yang mendorong mereka yang paling rentan kembali dan semakin dalam ke dalam kemiskinan," jelas Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik, Kanni Wignaraja.

"Pencapaian pembangunan yang dicapai selama satu dekade transisi demokrasi, betapapun tidak sempurnanya, akan terhapus dalam hitungan bulan," sambungnya, seperti dilansir Channel News asia.

Dia menuturkan, kemajuan negara itu mungkin akan mundur ke tahun 2005, ketika negara itu juga berada di bawah kekuasaan militer dan separuh penduduknya miskin.

Dalam laporannya, UNDP mengatakan bahwa pada akhir tahun lalu, rata-rata 83 persen rumah tangga melaporkan pendapatan mereka telah dipotong hampir setengahnya karena pandemi. Jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan diperkirakan meningkat 11 persen karena efek sosio-ekonomi pandemi.

Sementara itu, laporan tersebut mengatakan situasi keamanan yang memburuk, serta ancaman terhadap HAM dan pembangunan, di Myanmar sejak kudeta 1 Februari dapat meningkatkan tingkat kemiskinan hingga 12 persen pada awal tahun depan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini