Bos Xiaomi Fans Berat dengan Steve Jobs, Ternyata Begini Awal Mulanya...

Bos Xiaomi Fans Berat dengan Steve Jobs, Ternyata Begini Awal Mulanya... Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Pendiri Xiaomi, Lei Jun, sejak dulu sangat mengagumi pendiri Apple, Steve Jobs. Saking sukanya, pada masa awal-awal Xiaomu, Lei Jun bahkan suka memakai busana simpel seperti Jobs saat di panggung, yakni hanya celana jeans dan kaos.

Pada tahun 1987 saat Jobs masih menjadi mahasiswa di Universitas Wuhan jurusan ilmu komputer, Lei Jun membaca buku tentang Jobs berjudul 'Fire in the Valley: The Making of the Personal Computer' di perpustakaan kampusnya. Ia pun langsung terinspirasi.

"Aku sangat terpengaruh oleh buku itu dan aku jadi ingin mendirikan sebuah perusahaan yang berkualitas. Jadi aku berencana kuliah secepat mungkin," ujar Lei.

Baca Juga: Pendiri Xiaomi Bikin Analis Puas: Duit Kas Banyak, Prospek Mobil Listriknya Menjanjikan!

"Steve Jobs punya pengaruh amat besar pada diriku. Dia menginspirasiku untuk membangun sebuah perusahan yang berdampak pada dunia," lanjutnya lagi sebagaimana dikutip dari New York Times di Jakarta, Senin (10/5/21).

Lei Jun akhirnya menyelesaikan kuliahnya dalam dua tahun. Setelah itu, ia diterima bekerja di perusahaan software China, Kingsoft. Dengan kepiawaiannya, karirnya menanjak sangat cepat hingga menjadi CEO Kingsoft pada 1998.

Setelah puas bekerja, Lei Jun pun mewujudkan cita-citanya dengan mendirikan perusahaan sendiri. Dengan modal awal USd41 juta, Lei meluncurkan Xiaomi pada tahun 2011 yang dinamai MI-1 yang laku keras, ludes hanya dalam dua hari.

Desain Xiaomi itu dinilai mirip dengan iPhone, lantaran Lei sangat terinspirasi dengan Steve Jobs. Namun, Xiaomi memasang harga yang murah. Meski demikian, Lei Jun membantah meniru Apple. Ia mengaku hanya mengagumi Steve Jobs.

"Saya yakin Steve Jobs adalah salah satu pria hebat di zaman ini. Dia meninggalkan Apple selama 12 tahun. Dan ketika kembali, dia tetap bersinar terang," ujar Lei Jun dalam sebuah kesempatan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini