Belain Pak Jokowi, Habib Rizieq Hingga Tengku Zul Kena Dikata-katain Ruhut: Dasar Kadrun...

Belain Pak Jokowi, Habib Rizieq Hingga Tengku Zul Kena Dikata-katain Ruhut: Dasar Kadrun... Kredit Foto: Instagram/ruhutp.sitompul

Sementara itu, Politikus Ferdinand Hutahaean menilai yang dipersoalkannya promosi babi panggang dua hari lalu memang senngaja digunakan sebagai senjata untuk menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Ferdinand Kirim Doa untuk Tengku Zul, Eh Netizen Nyamber: Gak Ada Dia Gak Rame, Gak Ada Provokasi

Baca Juga: Come Back! Tiba-Tiba Abu Janda Ngaku Ogah Masuk Surga Kalau Ada Si Pentolan FPI Rizieq dan...

Karena itu, ia pun melemparkan sindiran kepada oposisi era Presiden Jokowi yang tidak cerdas. 

"Apakah hari ini babi akan masih jadi senjata menyerang Presiden?" cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat Senin (10/5/2021).

"Tak salah kalau saya pernah tweet bahwa oposisi jaman sekarang ini bodoh-bodoh!" lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika Kadrun menggunakan isu babi ini untuk menyerang Jokowi.

"Akhirnya Babi jadi teman dan alat Qadrun menyerang Jokowi," katanya kemarin.

Menanggapi kehebohan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta maaf dan menyebutnya sebagai kesalahpahaman. Dikatakannya, tidak ada maksud apapun terkait video viral ini.

Dia menegaskan niat awal dari acara tersebut adalah untuk mempromosikan dan mengajak masyarakat bangga pada produk lokal.

“Kami Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku penanggung jawab dari acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan bapak presiden. Kami mohon maaf sebesarnya jika terjadi kesalahpahaman,” tuturnya dikutip dari video YouTube Kementerian Perdagangan, Sabtu (8/5/2021).

Menanggapi itu, Politisi PPP Arsul Sani mengajak untuk memaafkan. Dia juga mengungkapkan tentang semangat untuk menahan diri di bulan Ramadan.

Dengan permintaan maaf Lutfi, Arsul menganggap persoalan telah selesai. "Pak Menteri @Kemendag sebagai penanggung jawab kegiatan dimana Presiden @jokowi sampaikan pesan yang dianggap tidak 'pas' tersebut telah minta maaf. Sepatutnya dengan semangat yang melekat pada ibadah 'menahan diri' Ramadhan, kita maafkan ... Jadi soal bipang, case closed.. Move on lanjutkan puasa..," kata Arsul seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @arsul_sani, Minggu (9/5/2021).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini