Curhat Habib Rizieq di Persidangan, Beberkan Ulah Hacker yang Terus Mengerjainya

Curhat Habib Rizieq di Persidangan, Beberkan Ulah Hacker yang Terus Mengerjainya Kredit Foto: Viva

Eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur terkait perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan kasus di Megamendung, Kabupaten Bogor. Dalam sidang tersebut, Rizieq bercerita bahwa dirinya mendapatkan ulah jahil hacker ketika akan pulang ke Indonesia dari Arab Saudi.

Ia mengaku sempat dua kali di-hack oleh orang tak dikenal yang menyebabkan namanya hilang dari daftar manifest penerbangan. Namun ulah si peretas itu itu tampak tak berhasil sehingga Rizieq dapat pulang ke Indonesia dengan aman.

Baca Juga: Habib Rizieq Tanya Pembubaran Ormas, Refly Harun: PKI yang Masuk Akal

Awalnya Rizieq menceritakan terkait video yang berisi pernyataannya soal agenda yang rencananya akan dilakukan ketika pulang. Sampai akhirnya Rizieq bercerita soal mendapat kendala ketika ingin pulang ke Indonesia.

"Baru pertama kali terjadi ada penumpang di-hack namanya hilang dari komputer. Nah setelah itu nama saya dikembalikan di komputer artinya ini kendala. Ada pihak tertentu saya tidak tahu itu siapa ingin membatalkan saya pulang," kata Rizieq dalam persidangan.

Rizieq kemudian mengurus ke otoritas setempat terkait permasalahan atau kendalanya tersebut. Namun, lagi-lagi Rizieq mengaku mendapat perlakuan usil serupa oleh hacker.

"Tahu-tahu besoknya hilang lagi saya punya nama sekeluarga. Saya enggak paham bagaimana cara kerja hacker dan bagaimana caranya nama saya hilang dari komputer," ungkapnya.

"Nah akhirnya saya minta bantuan badan intelijen Arab Saudi karena memang mereka yang mengizinkan saya pulang dan pencabutan cekal, supaya pihak penerbangan Saudia ini diberikan semacam satu apa namanya disposisi, agar keberangkatan saya ini jangan sampai batal," sambungnya.

Ia melanjutkan bahwa kendala juga dialami oleh anaknya yang ingin ikut pulang ke Indonesia. Sedianya, anak Rizieq akan menjalani penerbangan 9 November 2020 namun namanya dalam manifest juga tiba-tiba hilang.

"Karena pelaku ini tahu kalau anak saya tidak terbang enggak mungkin saya terbang, karena anak saya perempuan," lanjut Rizieq.

Dalam kasus kerumunan Petamburan, Rizieq didakwa telah melakukan penghasutan hingga ciptakan kerumunan dalam acara pernikahan putrinya dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sementara dalam kasus kerumunan Megamendung, Rizieq didakwa telah melanggar aturan kekarantinaan kesehatan dengan menghadiri acara di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor 13 November 2020 lalu.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini