Miliarder Hong Kong Li Ka-shing Bidik Startup Indonesia sebagai Target Investasi

Miliarder Hong Kong Li Ka-shing Bidik Startup Indonesia sebagai Target Investasi Kredit Foto: REUTERS/Tyrone Siu

Perusahaan hanya akan mengerahkan lebih banyak modal ke wilayah tersebut dan telah membentuk tim untuk mencari peluang di sana.

Horizon Ventures dan Alpha JWC selama setahun terakhir berinvestasi di pialang saham online Indonesia Ajaib, jaringan kopi yang berkembang pesat Kopi Kenangan dan operator hotel kapsul Bobobox. Alpha mengelola sekitar USD200 juta (Rp2,8 triliun) di dua dana dan telah berinvestasi di lebih dari 40 perusahaan rintisan.

Namun, ketidakpastian politik kawasan dan pasar yang terfragmentasi tetap menjadi tantangan bagi investor. Dua ekonomi utama Asia Tenggara, Thailand dan Malaysia, telah menyaksikan pergolakan pemerintahan baru-baru ini, dan kenangan akan krisis keuangan tahun 1997 dan 2008 masih melekat.

Kesepakatan besar baru-baru ini di Asia Tenggara termasuk daftar USD40 miliar (Rp568 triliun) dari perusahaan pemesanan perjalanan Singapura Grab dan kesepakatan serupa untuk perusahaan perjalanan online Indonesia Traveloka, dengan potensi penilaian sebesar USD5 miliar (Rp71 triliun).

Li bergabung dengan investor global terkenal lainnya yang mengejar potensi pertumbuhan kawasan ini. Putranya Richard Li, ketua Grup Century Pasifik Hong Kong, telah bekerja sama dengan maestro teknologi Amerika, Peter Thiel untuk mendirikan dua perusahaan cek kosong yang mencari target merger dan akuisisi di Asia Tenggara.

Konglomerat Jepang SoftBank Group Corp. dan miliarder Mohamed Mansour, telah berinvestasi di Grab sebagai perusahaan rintisan paling berharga di kawasan ini. Horizons Ventures telah melakukan investasi awal di sejumlah raksasa teknologi lainnya termasuk Facebook Inc. dan Spotify Technology SA.

Tampilkan Semua
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini