Duet Maut Prabowo-Puan Maharani Prospek Galang Koalisi di Pilpres 2024

Duet Maut Prabowo-Puan Maharani Prospek Galang Koalisi di Pilpres 2024 Kredit Foto: Instagram Prabowo Subianto

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab menilai pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani lebih efektif dan prospek menggalang koalisi ketimbang paslon lain di perhelatan Pilpres 2024 mendatang.

Pasalnya, selain kerap bertengger di papan survei, kedua tokoh ini merupakan figur sentral di parpol masing-masing. Sehingga secara rasional lebih memiliki kemampuan mengonsolidasi basis massa untuk memenangkan paslon.

"Kalau kalkulasi koalisi karena pragmatisme kekuasaan, maka pilihan rasional parpol akan lebih cenderung melihat peluang menang. PDIP dan Gerindra sebagai parpol pengusung tentu saja lebih punya magnet untuk menarik parpol lain ikut dalam koalisi mereka," ujar Fadhli saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga: Cie...Cie...Gatot-Rizal Ramli Dielu-elukan Pengamat Duet Paling Rasional

Selain itu, kedua tokoh ini dinilai memiliki sentimen cukup kuat sebagai representasi militer-sipil, milenial, perempuan dan berpengalaman. Analis Politik UIN Jakarta itu berpendapat koalisi akan semakin kuat jika paslon ini mampu menarik salah satu parpol berbasis massa Islam seperti PKB, PPP atau PAN.

"Akan lebih prospek lagi jika koalisi mampu menarik salah satu parpol berbasis massa Islam," terangnya.

Lebih lanjut, kata Fadhli kemungkinan terbentuk poros kuat lainnya cukup terbuka jika Koalisi Prabowo-Puan tak mampu mengakomodir parpol berbasis massa Islam.

"Kemungkinan-kemungkinan masih bisa terjadi. Kemunculan poros yang mampu mengakomodir berbagai kepentingan juga cukup terbuka karena gambaran hari ini masih terlihat sangat cair. Golkar, PKB dan Nasdem terlihat cukup akrab. PKS, Demokrat, PAN dan PPP juga rajin bersilaturahmi. Jika parpol-parpol ini menemukan figur yang pas dan bisa diterima, tentu saja akan menjadi kekuatan besar dan menjadi saingan yang sulit," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini