Palestina Cap Tindakan Barbar Israel Bentuk Rasisme Terkeji

Palestina Cap Tindakan Barbar Israel Bentuk Rasisme Terkeji Kredit Foto: Anadolu Agency/Palestinian Prime Ministry

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan pada Senin (10/5/2021) bahwa, tindakan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Palestina adalah bentuk rasisme paling keji.

Hal ini diungkapkan oleh Shtayyeh ketika bertemu dengan 58 duta besar, konsul, perwakilan negara, organisasi, dan anggota korps diplomatik yang terakreditasi untuk Palestina.

Baca Juga: Siaga Maksimal! Zionis Mulai Isyaratkan Beri Serangan Besar-besaran ke Palestina

"Upaya untuk mengusir orang-orang Sheikh Jarrah (di Yerusalem) dari rumah mereka bukanlah masalah hukum tetapi lebih merupakan masalah politik, dan peradilan Israel secara politis diarahkan terhadap kehadiran Palestina di kota itu," kata Shtayyeh, dilansir Anadolu Agency, Selasa (11/5/2021).

Shtayyeh menyerukan kepada komunitas internasional untukĀ  segera bergerak menghentikan pelanggaran pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina di kota Yerusalem dan tempat-tempat sucinya. Dia juga meminta komunitas internasional menghentikan upaya Israel untuk menyita rumah dan menggusur warga Palestina.

"Peristiwa Yerusalem dan pemberontakan rakyatnya di hadapan penjajah mencerminkan pentingnya kota suci bagi setiap warga Palestina dan telah membawa kembali masalah Palestina ke dalam agenda prioritas dunia," ujar Shtayyeh.

Ketegangan memuncak di daerah Sheikh Jarrah sejak pekan lalu, setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran terhadap warga Palestina. Jaksa Agung Israel menangguhkan sidang terkait rencana penggusuran warga Palestina di Yerusalem. Sidang ini dapat menuai lebih banyak kekerasan di Yerusalem dan meningkatkan kekhawatiran internasional.

Mahkamah Agung Israel pada Senin (10/5/2021) mendengarkan banding terhadap rencana penggusuran beberapa keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, yaitu sebuah daerah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.

Pengadilan yang lebih rendah telah mendukung klaim pemukim Yahudi atas tanah Palestina. Palestina menilai keputusan ini sebagai upaya Israel untuk mengusir mereka dari Yerusalem.

Para pemohon meminta kepada pengadilan untuk meminta pendapat hukum dari Jaksa Agung Avichai Mandelblit. Hal ini membuka jalan bagi sidang hari Senin untuk ditunda dan kemungkinan mereka bisa membantah penggusuran tersebut.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini