Targetkan USD25 Ribu, Ormas-ormas Islam di Asia Tenggara Genjot Galang Dana Palestina

Targetkan USD25 Ribu, Ormas-ormas Islam di Asia Tenggara Genjot Galang Dana Palestina Kredit Foto: AP Photo/Maya Alleruzzo

Masyarakat Muslim di Asia Tenggara mengutuk aksi kekerasan dan pengusiran paksa yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina, serta bentrokan di Masjid al Aqsa.

Dari Malaysia, Majelis Musyawarah Ormas Islam Malaysia (MAPIM) melakukan penggalangan dana bagi para pejuang Masjid al Aqsa untuk kebutuhan pangan, obat-obatan, dan keamanan.

Baca Juga: Setelah Kejadian Ini, Rakyat Palestina Terima Pesan Ancaman dari Intelijen Israel

“Dari Kuala Lumpur ke Istanbul, dari Senegal ke Kairo Muslim harus bangkit untuk mempertahankan Masjid al-Aqsa,” ujar MAPIM dalam pernyataannya.

Mereka menargetkan pengumpulan donasi sebesar 25 ribu dolar AS (sekitar Rp 355 juta)dalam empat pekan untuk segera dikirim ke Masjid al Aqsa.

Sementara itu, Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) juga mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap jamaah tidak bersenjata dari agama apapun dan segala penodaan terhadap tempat ibadah.

MUIS sangat prihatin dan sedih dengan kekerasan yang terjadi terhadap para jemaah di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

“Kami berdoa rahmat dan keselamatan Allah bagi mereka yang tidak bersalah dan berharap adanya ketenangan dan de-eskalasi situasi yang cepat,” kata MUIS dalam keterangannya.

Dua ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah meminta Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dunia internasional mengambil langkah nyata atas kekerasan yang dilakukan tentara Israel.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengecam peristiwa yang terjadi saat umat muslim Palestina sedang menunaikan puasa dan ibadah di bulan Ramadan itu.

“PBB dan semua negara di dunia internasional harusnya bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel, serta tidak boleh melindunginya,” ujar Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dikutip Kantor Berita Anadolu, Selasa (11/5/2021).

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini